![]() |
Di dunia modern, orang tua sering mengajari anak-anak cara meraih kesuksesan, cara lulus ujian, tetapi lupa mengajari mereka cara menghadapi emosi mereka sendiri. Buku "Menumbuhkan Senyum" karya Guru Zen Thich Nhat Hanh muncul sebagai "momen ketenangan" yang lembut, mengingatkan kita akan nilai kesadaran penuh. Buku ini seperti taman yang masih alami, di mana setiap halamannya adalah jalan kecil yang menuntun kita kembali pada napas, senyum, dan langkah santai kita. Di sana, Guru Zen membimbing kita melalui metode yang sangat sederhana: pernapasan sadar untuk menenangkan amarah, meditasi berjalan untuk merasakan kontak kaki kita dengan bumi, atau mendengarkan dengan saksama untuk memahami penderitaan orang lain. Semua ditulis dalam bahasa cinta, murni dan polos seperti jiwa seorang anak.
Pesan paling khas yang disampaikan oleh "Menanam Senyuman" adalah pola pikir: Untuk memupuk kedamaian pada anak-anak, orang dewasa harus terlebih dahulu menabur benih kedamaian dalam diri mereka sendiri. Guru Zen menegaskan bahwa kehadiran orang tua dan guru yang tulus dan lembut adalah "pelajaran tanpa kata" yang paling mendalam. Ketika kita belajar tersenyum dalam menghadapi tekanan, dan berhenti sejenak di tengah kecemasan, anak-anak secara alami akan belajar hidup dengan damai.
Memilih buku ini sebagai teman dalam perjalanan pengasuhannya, Ibu Nguyen Phuong Anh, seorang guru di kelurahan Trang Dai, berbagi: "Sebelumnya, saya sering membawa tekanan mengajar ke rumah, membuat suasana keluarga terkadang sangat tegang. Tetapi sejak membaca 'Menanam Senyum', saya belajar untuk bernapas dan tersenyum sebelum memasuki rumah. Saya menyadari bahwa ketika saya tenang, anak-anak saya secara alami menjadi lebih berperilaku baik dan lebih bahagia. Buku ini benar-benar menyelamatkan saya dari momen-momen sulit itu."
Baik Anda seorang orang tua, guru, atau sekadar anak muda yang mencari keseimbangan, cobalah membuka buku ini sekali untuk menabur benih kesadaran, sehingga setiap tarikan napas menjadi sebuah kebahagiaan dan setiap langkah menjadi momen kedamaian.
Phuong Dung
Sumber: https://baodongnai.com.vn/van-hoa/202601/tinh-thuc-giua-doi-thuong-28414f6/







Komentar (0)