Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) terpaksa melakukan pengurangan staf besar-besaran setelah terkena dampak parah akibat pemotongan bantuan luar negeri AS.
| Kantor pusat IOM di Jenewa, Swiss. (Sumber: News Central) |
Menurut AFP , gelombang pemutusan hubungan kerja kali ini diperkirakan akan memengaruhi setidaknya 20% dari lebih dari 1.000 karyawan di kantor pusat IOM di Jenewa, Swiss, atau sekitar 200 orang.
Beberapa minggu sebelumnya, badan PBB ini juga terpaksa mengurangi sekitar 3.000 staf dari total 22.000 karyawannya, termasuk sekitar 5.000 yang bekerja untuk program pemukiman kembali pengungsi AS, sebuah program yang telah ditangguhkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Menurut sumber, departemen yang paling terdampak oleh pemotongan ini adalah program kerja sama internasional IOM dan divisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Meskipun IOM tidak mengkonfirmasi besarnya pengurangan staf, seorang juru bicara organisasi tersebut mengakui bahwa mereka melakukan "penyesuaian yang diperlukan," termasuk mengurangi staf dengan cara yang wajar dan efisien.
Gelombang pemutusan hubungan kerja ini terjadi di tengah kampanye pemerintahan Trump untuk mengurangi bantuan luar negeri, yang telah menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan komunitas kemanusiaan internasional.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), badan yang bertanggung jawab atas migrasi global, bergantung pada Amerika Serikat untuk lebih dari 40% anggaran tahunannya. Sebagian besar pendanaan IOM berasal dari kontribusi sukarela yang ditujukan untuk program-program tertentu, dan ketika donor berhenti mentransfer dana, seluruh program dapat segera dibatalkan, seperti yang terjadi pada kolaborasi antara IOM dan Program Penerimaan Pengungsi AS (USRAP).
Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, menyampaikan bahwa keputusan sulit ini diambil karena IOM tidak mampu membayar gaji stafnya dan tidak lagi memiliki dana operasional.
Sumber: https://baoquocte.vn/to-chuc-di-cu-quoc-te-sa-thai-nhan-su-quy-mo-lon-vi-my-307651.html







Komentar (0)