Pada malam tanggal 12 Agustus, auditorium Universitas Van Lang dipenuhi oleh mahasiswa. Mereka tertawa dan menangis, selaras dengan emosi para aktor dalam musikal "Red Smile" yang disutradarai oleh Pham Huynh Huu Tai.
"Red Smile" terinspirasi oleh cerita pendek terkenal karya penulis Vo Thi Hao tentang kehidupan prajurit wanita yang menjaga gudang perlengkapan militer di jalan Truong Son.
Musikal "Red Smile" menarik banyak penonton dengan penampilan tulus dan emosional para aktor muda.
Pesan dari program ini adalah untuk memberikan penghormatan kepada para prajurit yang terluka dan gugur, terutama para pahlawan wanita—mereka yang mengabdikan masa mudanya, menerima penderitaan fisik dan mental demi membela Tanah Air. Banyak anak muda yang meneteskan air mata ketika menyaksikan tayangan reportase yang dibuat oleh kru tentang orang-orang nyata, peristiwa nyata, mereka adalah mantan prajurit, mereka yang kembali dari perang perlawanan melawan Amerika untuk menyelamatkan negara, mereka membayar harga yang sangat tinggi untuk berkontribusi dalam melindungi kedaulatan nasional, meraih kemerdekaan, dan kebebasan.
Yen Phuong Dung (sebagai Thao) dan Anh Huy (sebagai Thanh) menciptakan emosi bagi penonton.
Master Nguyen Huu Binh (Fakultas Hubungan Masyarakat dan Komunikasi) berkata: "Ini adalah program musik yang dibawakan oleh para mahasiswa sendiri untuk mengajak penonton merenungkan nilai-nilai perdamaian , sekaligus menyebarkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda. Mengingatkan generasi masa kini untuk hidup, belajar, dan berkarya dengan bermartabat, sesuai dengan warisan pengorbanan ayah dan kakek mereka."
Selain pesan kebanggaan nasional, musikal "Red Smile" juga mengeksplorasi topik Histeria—penyakit psikologis akibat perang. Melalui kisah sekelompok prajurit perempuan di depot perbekalan militer, penonton mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengorbanan diam-diam dan penderitaan batin yang harus ditanggung para prajurit perempuan di Truong Son. Dengan demikian, kontribusi besar perempuan bagi kemerdekaan Tanah Air menjadi sorotan.
Lagu-lagu yang ditulis tentang revolusi dan tanah air dinyanyikan dengan penuh emosi dalam musikal "Red Smile".
Sutradara Pham Huynh Huu Tai berkata: "Musikal "Red Smile" telah membawa saya pada perjalanan yang emosional, sebuah perjalanan melalui tawa, kegilaan, dan patah hati yang tak terlukiskan. "Red Smile" telah menyentuh hati penonton dan dicintai oleh semua orang, berkat dedikasi, tanggung jawab, dan bakat semua aktor dan seluruh kru."
Musikal "Red Smile" menampilkan aktor-aktor: Yen Phuong Dung (sebagai Thao), Ngoc Nhu (sebagai Tham), Phuong Trinh (sebagai Dai), Thao Uyen (sebagai Trang), Huynh Thy (sebagai Nghia), Su Hong Trong (sebagai Hien), Huynh Son (sebagai An), Anh Huy (sebagai Thanh).
Drama ini berfokus pada tragedi Thao dan rekan-rekannya di Hutan Tawa. Air mata mengalir deras saat mereka menunggu surat dari garis depan.
Kebahagiaan bukan untuk mereka yang tertinggal, karena di balik senyum di hari kemerdekaan negara ini, tersimpan senyum pahit atas kepedihan yang tak terlukiskan. Thao menjadi gila karena kehilangan rekan-rekannya, kehilangan masa mudanya... Semua ini menggambarkan gambaran perang brutal di negara kita.
Sutradara Pham Huynh Huu Tai (sampul kiri) dan para aktor dalam musikal "Red Smile"
Banyak penonton muda datang untuk menonton dan bersorak untuk musikal "Senyum Merah"
Musikal "Red Smile" bagaikan sebuah perjalanan yang membawa penonton muda kembali ke masa-masa perjuangan yang gigih, di mana setiap kisah dan setiap melodi dapat merasakan kekuatan luar biasa para perempuan Vietnam. Tak hanya sebagai penghormatan, program ini juga merupakan api yang menyalakan kebanggaan nasional dalam jiwa rakyat Vietnam.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/nhac-kich-ang-cuoi-do-to-quoc-niem-tu-hao-thieng-lieng-196240813114132103.htm
Komentar (0)