
Pada seminar tersebut, pembicara Nguyen Tan Thanh Truc, Magister Ilmu Perpustakaan dan Informasi dari Simmons University (AS), berbagi perspektif yang mendalam tentang topik "Seni Memilih dan Membacakan Buku untuk Anak-Anak," membuka banyak sudut pandang baru bagi orang tua dalam membangun budaya membaca keluarga.
Membuka acara, pembicara Thanh Truc memperkenalkan sepuluh manfaat utama membaca bagi perkembangan anak. Buku tidak hanya membantu anak-anak memperluas wawasan mereka , menjelajahi sejarah dan asal-usul mereka, tetapi juga menumbuhkan keterampilan penting untuk masa depan.
Melalui buku-buku yang tepat, anak-anak diasuh dalam hal karakter, belajar membedakan yang baik dari yang jahat, merangsang pemikiran kreatif, dan mengembangkan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan sendiri. Dalam konteks di mana anak-anak semakin dipengaruhi oleh perangkat elektronik, mempertahankan kebiasaan membaca juga merupakan cara efektif untuk membantu mereka mengembangkan rentang perhatian, keterampilan observasi, dan konsentrasi yang lebih baik.
Secara khusus, pembicara menekankan bahwa pemilihan buku untuk anak-anak harus didasarkan pada kriteria "indah, unik, menyenangkan, dan mengejutkan." Karya-karya ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga memperkuat ikatan suci kasih sayang keluarga.

Menurut pembicara Thanh Truc, setiap buku yang baik bertindak sebagai "obat spiritual," menanamkan pada anak-anak nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kecintaan terhadap kehidupan, sekaligus menenangkan dan menyembuhkan luka psikologis sepanjang proses pertumbuhan mereka.
Dia berbagi bahwa baginya, membaca buku bukanlah tentang memperluas pengetahuan anak, melainkan kesempatan bagi orang dewasa untuk "menyirami," "membersihkan," dan "memelihara" hati anak-anak.
Topik lain yang sangat menarik bagi para orang tua di seminar tersebut adalah seni memilih buku untuk anak-anak mereka. Pada kenyataannya, orang dewasa sering cenderung memilih buku berdasarkan keinginan dan prasangka pribadi mereka, melupakan untuk mempertimbangkan perspektif anak, yang menyebabkan anak-anak kehilangan minat membaca. Untuk mengubah hal ini, pembicara Thanh Truc menyarankan orang tua untuk mengganti pemaksaan pilihan mereka dengan mengamati secara cermat minat dan kemampuan belajar setiap kelompok usia untuk menemukan buku yang benar-benar sesuai.
Selain itu, orang tua didorong untuk memberi anak-anak hak untuk memutuskan buku mana yang ingin mereka baca dalam bimbingan keluarga. Ketika anak-anak diberi kebebasan untuk memilih, mereka menjadi lebih tertarik dan mengembangkan kebiasaan membaca secara alami. Banyak survei menunjukkan bahwa buku yang dipilih sendiri oleh anak-anak sering kali secara akurat memenuhi kebutuhan individu mereka untuk eksplorasi dan pemahaman.

Sebagai penutup seminar, pembicara sekali lagi menekankan bahwa tujuan utama membaca bukanlah untuk menciptakan anak-anak yang banyak membaca buku, dan bahwa mengejar kuantitas atau prestasi tidak mencerminkan efektivitas sebenarnya dari budaya membaca.
Hal terpenting adalah menumbuhkan kecintaan yang abadi terhadap buku. Dari situ, sebuah solusi praktis telah disarankan: membangun rak buku di dalam keluarga. Rak buku ini bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi tempat untuk melestarikan dan menemani perjalanan pertumbuhan setiap anak yang bermakna.
Sumber: https://baovanhoa.vn/xuat-ban/toa-dam-gieo-hat-yeu-sach-cho-tre-tho-240627.html










