
Program tersebut dihadiri oleh perwakilan dari lembaga pengatur, pakar medis , pimpinan rumah sakit dan universitas, media, serta sejumlah besar dokter dan profesional medis dari seluruh negeri.
Saat ini, dengan informasi kesehatan di lingkungan digital yang semakin memengaruhi kesadaran sosial, penghargaan dipandang sebagai forum yang menghubungkan industri medis, media, dan masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan tanggung jawab sosial dalam komunikasi kesehatan.
Tahun ini, Panitia Penyelenggara menerima lebih dari 130 nominasi dari rumah sakit, lembaga pelatihan, pakar, staf medis, dan organisasi media kesehatan di seluruh negeri.

Banyak produk media yang diproduksi dengan baik, mulai dari video pendek di TikTok dan YouTube hingga kampanye komunikasi berbasis komunitas, menunjukkan pergeseran signifikan dalam pendekatan tenaga kerja perawatan kesehatan terhadap media digital.
Semakin banyak dokter yang secara proaktif berpartisipasi dalam menyampaikan pengetahuan medis dalam bahasa yang mudah diakses dan dipahami, berkontribusi dalam memberikan informasi yang akurat kepada publik sekaligus membatasi dampak berita palsu dan konten terkait kesehatan yang menyesatkan di internet.

Bapak Tran Xuan Toan, Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Tuoi Tre, mengatakan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memastikan masyarakat memiliki akses terhadap informasi kesehatan yang akurat dan dapat diandalkan di tengah lingkungan digital di mana semakin banyak konten menyesatkan yang muncul untuk mencari keuntungan.
Tanggung jawab pers, sektor kesehatan, dan otoritas terkait adalah untuk bekerja sama dalam menyebarluaskan informasi kesehatan secara resmi, sah, dan ilmiah . “Kita tidak boleh membiarkan informasi yang tidak terverifikasi dan menyesatkan menyebar di bidang kesehatan. Para profesional kesehatan membutuhkan dukungan untuk berbagi pengetahuan mereka dengan masyarakat secara lebih efektif,” tegas Bapak Toan.

Penghargaan ini tidak dinilai berdasarkan model juara pertama, kedua, dan ketiga, melainkan berfokus pada pengakuan nilai-nilai luar biasa yang relevan dengan setiap kategori. Gelar individu meliputi: Duta Besar KMOLs yang Berdedikasi, Duta Besar Inovasi, Duta Besar Komunitas, Duta Besar Inspirasional, Duta Besar Komunikasi Digital, dll. Kategori tim meliputi: Duta Besar Inisiatif Komunikasi Kesehatan, Duta Besar Komunikasi Penuh Kasih, dan Duta Besar Kolaborasi Antardisiplin untuk Kesehatan Masyarakat.
Dr. Vu Manh Cuong, Direktur Pusat Pendidikan dan Komunikasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan, menegaskan bahwa komunikasi memainkan peran penting dalam membimbing masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit, meningkatkan pengetahuan tentang perawatan kesehatan, dan mengisi kesenjangan informasi di media sosial.

Menurutnya, di era digital, dokter dan tenaga kesehatan, selain keahlian mereka dalam pengobatan, perlu menjadi duta kesehatan, menyampaikan pengetahuan yang akurat secara langsung kepada masyarakat.
Pada upacara penghargaan tersebut, Profesor Madya, Dokter Vo Hong Minh Cong, Wakil Direktur Rumah Sakit Rakyat Gia Dinh, menyampaikan setelah menerima gelar Duta Inisiatif Komunikasi Kesehatan: “Ini merupakan dorongan besar bagi staf medis. Kami menyadari bahwa selain pengobatan, profesi medis juga memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan pengetahuan perawatan kesehatan kepada masyarakat dengan cara yang tercepat, paling akurat, dan sah.”

Sementara itu, Ibu Do Thi Nam Phuong, Kepala Pusat Komunikasi di Pusat Medis Universitas Kota Ho Chi Minh, yang dinominasikan sebagai Duta Komunikasi Kreatif, mengatakan bahwa inspirasi terbesarnya dalam pekerjaannya berasal dari para pasien dan tim medis itu sendiri.

"Kekuatan komunikasi kesehatan terletak pada menghubungkan pemahaman pasien dengan berbagi informasi oleh tim perawatan kesehatan. Inovasi bukanlah perjalanan satu individu, tetapi perjalanan orang-orang yang memiliki misi bersama untuk melayani kesehatan masyarakat," ujarnya.

Panitia Penyelenggara menyatakan bahwa mereka akan terus mengembangkan penghargaan ini untuk membangun ekosistem yang menghubungkan industri medis, pers, dan masyarakat, serta mempromosikan lingkungan media perawatan kesehatan yang sah, manusiawi, dan bertanggung jawab di era digital.
Program komunikasi kesehatan yang dilaksanakan oleh Surat Kabar Tuoi Tre bekerja sama dengan Pusat Medis Universitas Kota Ho Chi Minh sejak September 2025 telah menciptakan dampak yang luas dengan partisipasi ratusan individu, organisasi, dan unit medis di banyak daerah.
Sumber: https://nhandan.vn/ton-vinh-nhung-dai-su-lan-toa-tri-thuc-y-khoa-post964008.html











Komentar (0)