Kremlin menyatakan bahwa kedua pemimpin akan fokus membahas isu-isu mendesak dalam hubungan bilateral, sekaligus berupaya untuk lebih memperkuat kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis antara Moskow dan Beijing. Mereka diperkirakan akan menandatangani pernyataan bersama tingkat tinggi beserta beberapa perjanjian kerja sama bilateral penting.
Selain pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping, jadwal Presiden Vladimir Putin di Beijing juga mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, yang berfokus pada prospek perdagangan dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Kunjungan pemimpin Rusia ini terjadi tak lama setelah KTT AS-China di Beijing, di mana Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping berupaya menstabilkan hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia , meskipun tidak ada terobosan signifikan yang dicapai dalam hal perdagangan, teknologi, atau masalah Iran.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/tong-thong-nga-sap-tham-chinh-thuc-trung-quoc-post853001.html









Komentar (0)