
Presiden Finlandia Alexander Stubb. Foto: AA
Menurut kantor berita TASS, dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh televisi Yle, Stubb mengatakan bahwa ia tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa Eropa akan "dengan satu atau lain cara" membuka kembali saluran dialog dengan Rusia paling cepat pada tahun 2026, meskipun waktu pastinya belum dapat ditentukan.
Menanggapi pertanyaan dari hadirin, Presiden Stubb mengatakan, "Saya dapat membayangkan Eropa terlibat dalam dialog dengan Rusia dalam satu atau lain cara tahun ini. Namun, belum mungkin untuk mengatakan kapan itu akan terjadi."
Ketika ditanya tentang kemungkinan bertindak sebagai mediator dalam potensi kontak antara Eropa dan Moskow, presiden Finlandia mengatakan bahwa jika ditawari, ia "mungkin akan sulit untuk menolak."

Dialog dengan Rusia sekali lagi dimasukkan dalam agenda Eropa. Foto: Berita di Belarus
Beberapa media Barat sebelumnya menyebut Stubb sebagai salah satu tokoh yang dapat memainkan peran mediasi dalam saluran dialog potensial antara Eropa dan Rusia. Namun, pihak Rusia bereaksi hati-hati terhadap penilaian ini.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pernah menyatakan bahwa Stubb termasuk dalam kelompok politisi garis keras Barat yang sering menggunakan bahasa yang mengkritik Rusia dalam pernyataan publik mereka.
Saat ini, belum ada informasi resmi mengenai pembentukan saluran dialog langsung baru antara Rusia dan negara-negara Eropa dalam waktu dekat. Namun, pernyataan terbaru dari beberapa pemimpin Eropa menunjukkan bahwa masalah ini masih dibahas di tengah situasi keamanan dan hubungan luar negeri yang kompleks di Eropa.
Le Ha.
Sumber: https://baothanhhoa.vn/tong-thong-phan-lan-chau-au-co-the-doi-thoai-voi-nga-288777.htm









Komentar (0)