![]() |
Tottenham semakin terpuruk dalam krisis. |
Di talkSPORT , mantan pemain Tottenham, Jamie O'Hara, menjadi pusat perhatian dalam situasi yang canggung. Selama siaran radio langsung, rekan pembawa acaranya, Jason Cundy, seorang penggemar Chelsea, berulang kali mengejek Spurs saat tim tersebut sedang mengalami krisis.
Cundy bahkan muncul mengenakan topeng pelatih Ange Postecoglou, menambah ketegangan di studio. Ketika perdebatan beralih ke apakah pelatih Igor Tudor memiliki kemampuan untuk membalikkan keadaan, O'Hara dengan jelas menunjukkan ketidaksenangannya.
Setelah berdebat selama beberapa menit, mantan gelandang Spurs itu mengatakan melanjutkan program tersebut "tidak ada gunanya," menyebut rekannya "idiot," lalu berdiri dan meninggalkan studio.
Mantan striker Aston Villa, Gabby Agbonlahor, mengunggah ulang video lama O'Hara dari sebuah acara kencan di AS, di mana ia memperkenalkan dirinya sebagai "pemain sepak bola yang sangat terkenal dari Inggris." Agbonlahor berkomentar bahwa para pemain Tottenham mungkin harus menjelaskan diri mereka dengan cara yang serupa ketika tim tersebut harus bermain di Championship musim panas mendatang.
![]() |
Spurs berada dalam bahaya degradasi. |
Di media sosial, banyak penggemar rival berkomentar sinis bahwa tim London Utara itu "selalu tahu bagaimana mengecewakan di waktu yang tepat," sementara sejumlah penggemar netral mengejek performa inkonsisten tim asuhan Igor Tudor. Serangkaian komentar sarkastik menyebar, mulai dari menyebut Spurs sebagai "kandidat degradasi yang tidak mau" hingga gambar-gambar yang mengejek penampilan tim yang kurang memuaskan.
Bahkan sebagian penggemar Tottenham pun menyatakan kekecewaan, dengan alasan bahwa tim tersebut sedang mengalami penurunan dan membutuhkan perubahan drastis jika tidak ingin semakin terpuruk di klasemen.
Suasana di tribun pun tak lebih baik. Kamera televisi berulang kali menyorot para penggemar Tottenham yang tampak kecewa. Seorang pria terekam duduk sendirian setelah sebagian besar penonton meninggalkan stadion. Begitu menyadari dirinya sedang berada di layar, ia langsung mengacungkan jari tengahnya.
Kekalahan melawan Crystal Palace tidak hanya semakin menjerumuskan Tottenham ke dalam krisis profesional mereka, tetapi juga menjadikan tim asal London Utara itu sebagai bahan ejekan di berbagai kalangan, mulai dari studio radio dan media sosial hingga stadion mereka sendiri.
Sumber: https://znews.vn/tottenham-thanh-tro-cuoi-post1632809.html








Komentar (0)