Manajemen Tottenham secara aktif menegosiasikan kesepakatan menarik untuk mendatangkan Roberto De Zerbi sebagai manajer klub London Utara tersebut.
Spurs saat ini menghadapi risiko degradasi karena serangkaian hasil buruk di Liga Premier. Setelah berpisah dengan Igor Tudor, klub melihat De Zerbi sebagai target utama mereka untuk membangkitkan kembali tim.

Awalnya, manajer asal Italia itu ragu untuk menerima pekerjaan tersebut sebelum musim panas. Namun, Tottenham kini berhasil meyakinkannya dengan kontrak lima tahun dan gaji yang sangat menarik sebesar £12 juta per tahun.
Jika kesepakatan ini terwujud, manajer berusia 54 tahun itu akan menerima gaji tertinggi kedua di Liga Premier, hanya di belakang Pep Guardiola (£20 juta/tahun).
Klausul pemutusan kontrak jika Tottenham terdegradasi juga dibahas secara rinci oleh kedua belah pihak.
Tim asal London itu saat ini berada di peringkat ke-17 Liga Primer, hanya satu poin di atas zona degradasi, dengan hanya tujuh pertandingan tersisa di musim ini.
Segera setelah memecat Igor Tudor, Tottenham berkomitmen untuk menunjuk manajer baru dalam beberapa hari. Klub, yang tidak ingin melanjutkan dengan manajer sementara, kembali mendekati De Zerbi.
Pada bulan Februari lalu, ahli strategi asal Italia itu menolak tawaran dari Spurs setelah Thomas Frank dipecat, karena ia ingin beristirahat setelah meninggalkan Marseille.
Sumber lain mengungkapkan bahwa Tottenham juga mencoba merekrut Marco Silva dari Fulham, tetapi manajer asal Portugal itu ingin tetap berada di Craven Cottage.
Sumber: https://vietnamnet.vn/tottenham-tra-luong-cao-chot-vot-moi-de-zerbi-2501334.html






Komentar (0)