Pada tanggal 3 Oktober, Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh menyelenggarakan upacara pembukaan "Pekan Menanggapi Pembelajaran Sepanjang Hayat 2024" dengan tema: Mengembangkan budaya membaca untuk mendorong pembelajaran sepanjang hayat.
Pada upacara tersebut, Ibu Tran Thi Dieu Thuy, Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa penyelenggaraan Pekan Belajar Sepanjang Hayat 2024 bertujuan untuk lebih mempromosikan gerakan belajar yang meluas di kalangan masyarakat, membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, memperluas perspektif mereka tentang kehidupan, dan memperluas ruang, waktu, metode, dan bentuk pembelajaran.

Bapak Pham Ngoc Thuong, Wakil Menteri Pendidikan dan Pelatihan, menyerahkan sertifikat yang mengakui pencapaian Kota Ho Chi Minh dalam standar Level 3 untuk pendidikan dasar dan menengah pertama universal serta standar Level 2 untuk pemberantasan buta huruf.
“Kota kita baru saja mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai kota pembelajaran global. Ini adalah sumber kebanggaan yang besar, tetapi juga tanggung jawab yang besar. Untuk memenuhi predikat ini, setiap warga perlu bekerja sama untuk membangun kota yang terus belajar dan berkembang. Langkah pertama dan terpenting adalah mengembangkan budaya membaca dan mempromosikan pembelajaran sepanjang hayat,” kata Ibu Thuy.

Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh, berkoordinasi dengan Departemen Pendidikan dan Pelatihan Kota Ho Chi Minh, memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok berprestasi dalam gerakan teladan "Seluruh negeri membangun masyarakat pembelajar dan mempromosikan pembelajaran sepanjang hayat pada periode 2023-2030".
Selain meluncurkan pekan tersebut sebagai respons terhadap pembelajaran sepanjang hayat, Ibu Thuy juga mengarahkan berbagai instansi, organisasi, dan individu untuk mempromosikan dan berinovasi dalam penyelenggaraan program tersebut. Komite Rakyat Kota Thu Duc dan 21 distrik perlu secara aktif mengembangkan dan melaksanakan rencana untuk membangun masyarakat belajar di wilayah tersebut, dengan tujuan membantu setiap orang memiliki kehidupan yang lebih baik dan masyarakat yang lebih beradab dan sejahtera. Ibu Thuy menyerukan kepada setiap warga negara untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan belajar secara aktif.
Pada upacara tersebut, para pemimpin Kementerian Pendidikan dan Pelatihan (MOET) juga memberikan sertifikat yang mengakui Kota Ho Chi Minh telah mencapai Tingkat 3 dalam pendidikan dasar dan menengah universal serta Tingkat 2 dalam pemberantasan buta huruf . Bapak Pham Ngoc Thuong, Wakil Menteri MOET, menyatakan bahwa Kota Ho Chi Minh telah melakukan upaya luar biasa dalam bidang pendidikan dan pelatihan meskipun menghadapi tantangan seperti memiliki populasi terbesar di negara ini, fenomena migrasi bebas berskala besar, dan sejumlah lembaga budaya yang, meskipun mendapat perhatian, masih tertinggal dibandingkan dengan rata-rata nasional. "Kota ini telah mencapai tingkat pendidikan universal yang tinggi, tetapi masih banyak yang harus dilakukan untuk mempromosikan budaya membaca, membangun masyarakat pembelajar, dan mendorong pembelajaran sepanjang hayat," kata Bapak Thuong.
Menurut Bapak Thuong, keunggulan yang membantu Kota Ho Chi Minh mengatasi tantangan adalah dinamisme, kreativitas proaktif, dan inovasi berkelanjutan dari masyarakat kota tersebut, tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi juga dalam budaya dan masyarakat, melalui kemampuan mereka untuk belajar mandiri dan berani berinovasi. "Agar ekonomi berkembang, harus ada pengetahuan; untuk pengetahuan, harus ada buku, metode membaca, dan pembelajaran berkelanjutan," tegas Bapak Thuong.
Sumber: https://nld.com.vn/tp-hcm-phat-trien-van-hoa-doc-de-thuc-day-hoc-tap-suot-doi-196241003160558729.htm









