Pada tanggal 23 Desember, Pusat Televisi Vietnam di Kota Ho Chi Minh (VTV9) menyelenggarakan seminar dengan tema "Ruang Publik – Dari Simbol Perkotaan Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi ".
Pada seminar tersebut, para delegasi menyatakan bahwa Kota Ho Chi Minh bertujuan untuk mencapai minimal 1 m² ruang hijau publik per orang pada tahun 2030, berupaya menjadi salah satu dari 100 kota paling layak huni di dunia . Namun, mengingat sumber daya lahan yang semakin terbatas, kota ini perlu mendekati ruang publik dengan pola pikir baru, melampaui model taman tradisional. Kota ini dapat memanfaatkan keunggulan uniknya berupa jalur air dan kanal, menggabungkannya dengan kegiatan masyarakat, pariwisata, budaya, dan perdagangan.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam seminar tersebut adalah peran kemitraan publik-swasta (PPP). Menurut para ahli, jika mekanisme yang tepat diterapkan untuk mengatur peningkatan nilai lahan yang dihasilkan oleh proyek real estat yang berdekatan dengan ruang hijau publik, sumber daya ini dapat diinvestasikan kembali ke taman, alun-alun, dan infrastruktur publik itu sendiri. Hal ini akan mencegah konsentrasi keuntungan pada beberapa proyek individual, sementara ruang hijau publik kekurangan dana yang diperlukan untuk pemeliharaan dan peningkatan. Lebih lanjut, penerapan Resolusi Majelis Nasional 98 dianggap sebagai "pengungkit" penting, yang memungkinkan Kota Ho Chi Minh untuk menguji coba model manajemen dan lembaga keuangan baru, memberdayakan distrik dan komune untuk lebih proaktif dalam mensosialisasikan pengembangan ruang hijau publik multifungsi.
Dr. Nguyen Ba Hung, Kepala Ekonom Kantor ADB Vietnam, meyakini bahwa Kota Ho Chi Minh berupaya membangun citra sebagai "kota yang layak huni" berdasarkan kriteria berkelanjutan, hijau, terintegrasi, aman, sehat, dan tangguh. Namun, Kota Ho Chi Minh menghadapi banyak tantangan, terutama kurangnya "perangkat keras" dan "perangkat lunak" dalam layanan masyarakat. Tantangan tersebut meliputi infrastruktur transportasi umum yang terbatas, ketahanan yang rendah terhadap bencana alam, sementara faktor iklim semakin berdampak pada layanan perumahan dan kesehatan.
ADB Vietnam mengusulkan solusi perencanaan dan investasi terpadu, dengan mengutip contoh seperti pengembangan komprehensif Taman Go Vap yang terhubung dengan jaringan transportasi umum, sekaligus mempromosikan model PPP dalam pengoperasian dan pemeliharaan layanan perkotaan.

Para ahli berbagi wawasan mereka di seminar tersebut.
Dari perspektif pasar, Dr. Su Ngoc Khuong, Direktur Senior Investasi di Savills Vietnam, meyakini bahwa kota-kota dengan ruang hijau publik berkualitas tinggi cenderung memiliki nilai properti yang lebih berkelanjutan, menarik arus modal jangka panjang, dan meningkatkan prestise mereka dalam transaksi M&A internasional. Menurutnya, ruang hijau publik bukan hanya elemen tambahan tetapi merupakan bagian integral dari perencanaan kota modern. Untuk mengembangkan ruang hijau publik yang efektif, diperlukan kombinasi yang sinkron dari tiga faktor kunci: perencanaan kota, sumber daya ekonomi, dan peran arsitek.
Bapak Khuong juga menganalisis hubungan langsung antara ruang hijau publik dan nilai ekonomi daerah sekitarnya. Daerah dengan taman, taman bermain, dan alun-alun cenderung mencatat harga properti yang lebih tinggi dan tingkat konsumsi produk yang lebih cepat karena lingkungan hidup yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu, berinvestasi di ruang hijau publik tidak hanya menguntungkan masyarakat tetapi juga membantu investor meningkatkan efisiensi bisnis, sekaligus berkontribusi dalam membangun lanskap perkotaan yang beradab bagi pemerintah daerah.
Dari perspektif desain, arsitek Steven Townsend, CEO Studio Urban Design (SUDV), yang sebelumnya berpartisipasi dalam perencanaan kawasan perkotaan Phu My Hung, menekankan peran ruang hijau publik multifungsi. Ruang-ruang ini perlu dirancang untuk mengintegrasikan penggunaan lahan yang efisien, menghubungkan transportasi, ekonomi, dan masyarakat, serta berkontribusi dalam mendefinisikan identitas perkotaan, sehingga menjadi kekuatan pendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Ho Chi Minh di masa depan.
Sumber: https://nld.com.vn/tphcm-can-lam-gi-de-dat-muc-tieu-toi-thieu-1m2-cay-xanh-cong-cong-nguoi-196251223154417188.htm










Komentar (0)