
Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh baru saja mengeluarkan rencana pengembangan kegiatan ekonomi tingkat rendah di Kota Ho Chi Minh hingga tahun 2030.
Sesuai rencana, ekonomi dataran rendah didefinisikan sebagai model ekonomi modern yang berbasis pada pemanfaatan ruang udara dataran rendah di bawah 1.000 meter, beroperasi pada platform teknologi penerbangan dataran rendah, kecerdasan buatan, big data, telekomunikasi generasi berikutnya, material baru, dan model bisnis digital.
Pemerintah kota meyakini bahwa ini akan menjadi model pertumbuhan baru di era digital, membuka cara-cara baru yang lebih cepat, lebih ramah lingkungan, dan lebih cerdas dalam transportasi dan penyampaian layanan.
Kota Ho Chi Minh bertujuan untuk menguasai secara fundamental teknologi dasar dan inti yang melayani ekonomi tingkat rendah; membentuk ekosistem industri untuk ekonomi tingkat rendah; dan sekaligus membangun mekanisme pengujian terkontrol untuk mengelola, memantau, dan menguji kendaraan udara tak berawak (UAV).
Di antara solusi utama, kota ini akan mengembangkan kebijakan untuk mendukung bisnis dalam meneliti dan memproduksi peralatan penerbangan di ketinggian rendah; mempromosikan kemitraan publik-swasta, menugaskan penelitian dan proyek percontohan; dan mendukung perusahaan rintisan, lembaga penelitian, dan universitas dalam mengembangkan teknologi inti.
Kota Ho Chi Minh juga bertujuan untuk mengembangkan industri dwiguna, yang melayani pertahanan nasional dan perekonomian secara bersamaan; serta mendorong transfer dan komersialisasi produk dan teknologi yang terkait dengan kendaraan udara tak berawak (UAV).
Dari segi infrastruktur, kota ini akan mengembangkan pusat pemantauan dan pengelolaan kendaraan udara tak berawak (UAV); membangun sistem manajemen ruang udara ketinggian rendah dengan konektivitas jaringan 5G/6G; dan mengembangkan jaringan lokasi pendaratan, stasiun pengisian daya, pusat kendali lalu lintas udara, dan pusat logistik untuk mendukung kegiatan ekonomi di ketinggian rendah.
Banyak bidang akan diprioritaskan untuk implementasi percontohan, termasuk logistik, transportasi, perawatan kesehatan, pariwisata, manajemen perkotaan, pencarian dan penyelamatan, keamanan dan pertahanan nasional, serta pertanian berteknologi tinggi. Kota ini juga akan menerapkan UAV untuk melayani kegiatan manajemen lembaga negara dan layanan publik.
Area yang dipilih untuk implementasi percontohan meliputi Taman Teknologi Tinggi, Taman Pertanian Teknologi Tinggi, Kawasan Perkotaan Sains dan Teknologi Kota Ho Chi Minh Utara, serta kawasan industri dan zona pengolahan ekspor.
Menurut peta jalan tersebut, pada periode 2026-2027, Kota Ho Chi Minh akan fokus pada pembangunan mekanisme pengujian terkontrol, perencanaan spasial tingkat rendah, dan pengembangan sistem manajemen lalu lintas spasial tingkat rendah (UTM). Periode 2028-2030 akan menyaksikan perluasan dan percepatan komersialisasi, diversifikasi layanan, dan peningkatan sistem manajemen otomatis.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/tphcm-len-ke-hoach-san-xuat-thiet-bi-bay-tam-thap-post853476.html










Komentar (0)