![]() |
Pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 memiliki makna khusus bagi Skotlandia dan Haiti. |
Pada pagi hari tanggal 14 Juni, pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia 2026 antara Skotlandia dan Haiti di Stadion Gillette lebih dari sekadar laga babak penyisihan grup. Pertandingan itu menandai beberapa tonggak sejarah, mengakhiri penantian selama beberapa dekade bagi kedua negara sepak bola tersebut.
Gol tunggal John McGinn pada menit ke-28 mengamankan kemenangan 1-0 bagi Skotlandia atas Haiti, kemenangan Piala Dunia pertama mereka dalam 36 tahun. Kemenangan terakhir Skotlandia di turnamen sepak bola terbesar di dunia adalah pada tahun 1990 di Italia.
Gol dari gelandang Aston Villa itu mengamankan tiga poin berharga, menempatkan Skotlandia sementara di puncak Grup C sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar melawan Brasil dan Maroko.
Ini juga merupakan hari yang tak terlupakan bagi sepak bola Skotlandia karena talenta muda Ben Doak mencetak sejarah sebagai pemain termuda yang mewakili negaranya di Piala Dunia. Di usia 20 tahun, bintang muda ini diharapkan menjadi ikon bagi generasi baru sepak bola Skotlandia.
Pertandingan di Boston ini juga menawarkan persimpangan sejarah yang menarik. Baik Skotlandia maupun Haiti terkait dengan Piala Dunia 1974. Pada saat itu, Skotlandia tersingkir dengan cara yang menyakitkan meskipun tidak kalah satu pun pertandingan di babak penyisihan grup, karena selisih gol yang lebih rendah dibandingkan dengan Brasil dan Yugoslavia.
Haiti, khususnya, menjadi berita utama dengan gol terkenal melawan kiper legendaris Dino Zoff, mengakhiri rekor tanpa kebobolan kiper Italia tersebut selama 1.142 menit. Sudah 52 tahun sejak kedua tim terakhir kali saling berhadapan di ajang sepak bola terbesar di dunia.
![]() |
Baik pemain Skotlandia maupun Haiti mengenakan patch "debut" berwarna kuning pada penampilan pertama mereka di Piala Dunia. |
Meskipun kalah, Haiti mendapatkan rasa hormat dari para penggemarnya. Perwakilan Karibia ini mengatasi berbagai kesulitan untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Karena ketidakstabilan domestik, tim harus memainkan pertandingan kandang mereka di pulau Curaçao, sekitar 800 km dari tanah air mereka. Selain itu, pelatih Sebastien Migne harus mengelola urusan dari jarak jauh untuk jangka waktu yang lama karena masalah keamanan.
Salah satu detail yang menarik adalah seluruh skuad dari kedua tim mengenakan lencana "debut" di lengan baju mereka, yang diberikan kepada pemain yang melakukan penampilan pertama mereka di Piala Dunia. Bagi Haiti, ini adalah puncak dari penantian selama 52 tahun. Bagi Skotlandia, ini menandai kembalinya mereka ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.
Skotlandia mengamankan kemenangan bersejarah, tetapi semangat keberanian Haiti juga menjadikan pertandingan ini salah satu kisah yang paling sarat emosi di awal-awal Piala Dunia 2026.
Sumber: https://znews.vn/tran-dau-lich-su-o-world-cup-2026-post1659574.html































































