Tren modifikasi kendaraan oleh siswa menjadi masalah yang mengkhawatirkan di banyak daerah. Banyak siswa secara sembarangan mengubah struktur skuter listrik dan sepeda motor berkapasitas kecil untuk meningkatkan kecepatan, mengubah penampilan, atau mengekspresikan individualitas mereka tanpa mempertimbangkan risiko keselamatan.
Menurut peringatan dari Departemen Kepolisian Lalu Lintas, banyak kendaraan yang dimodifikasi telah mengalami perubahan atau penghilangan pada mesin, transmisi, baterai, pengontrol kecepatan, atau pembatas kecepatannya. Perubahan struktural ini berarti kendaraan tersebut tidak lagi memenuhi standar keselamatan aslinya, sehingga menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas, kebakaran, dan hilangnya kendali selama pengoperasian.
Pada kenyataannya, banyak skuter listrik yang digunakan oleh pelajar, setelah dimodifikasi, dapat mencapai kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada desain aslinya, sementara sistem pengereman, rangka, dan ban tidak ditingkatkan sesuai kebutuhan. Saat berkendara di jalan yang ramai atau menghadapi situasi yang tidak terduga, pengendara sangat mungkin kehilangan kendali, terjatuh, atau mengalami tabrakan serius.
Departemen Kepolisian Lalu Lintas juga memperingatkan tentang risiko kebakaran dan ledakan dari baterai dan komponen yang tidak diketahui asalnya atau dari sambungan listrik yang tidak sah. Banyak kasus penggunaan baterai berkapasitas tinggi dan pengisian daya yang tidak tepat dapat menyebabkan korsleting dan kebakaran, yang secara langsung mengancam nyawa pengguna dan orang-orang di sekitarnya.
Yang perlu diperhatikan, sebagian besar siswa kurang memiliki keterampilan untuk mengendalikan kendaraan dan menangani situasi saat berpartisipasi dalam lalu lintas. Sementara itu, keinginan untuk pamer, yang dipengaruhi oleh video mobil modifikasi, deru mesin, dan mengemudi dengan kecepatan tinggi di media sosial, membuat banyak orang dengan mudah meniru perilaku ini tanpa sepenuhnya memahami konsekuensinya.

Tren memodifikasi kendaraan di kalangan siswa menimbulkan banyak risiko kecelakaan, kebakaran, dan bahaya keselamatan lalu lintas. Departemen Kepolisian Lalu Lintas menyarankan orang tua untuk tidak menganggap ini sebagai hobi yang tidak berbahaya.
Selain risiko kecelakaan, berkumpulnya kelompok pengemudi "mobil modifikasi" yang ngebut, bermanuver zig-zag, dan menggeber mesin dengan keras juga menyebabkan hilangnya ketertiban dan keamanan publik, yang berdampak pada pengguna jalan dan kehidupan warga.
Berdasarkan Undang-Undang tentang Ketertiban dan Keselamatan Lalu Lintas Jalan 2024 dan Peraturan Pemerintah 168/2024/ND-CP, tindakan mengubah struktur dan karakteristik kendaraan secara sembarangan merupakan pelanggaran hukum. Individu yang tidak memenuhi persyaratan untuk mengoperasikan kendaraan akan dikenakan sanksi. Orang tua atau mereka yang mempercayakan kendaraan kepada individu yang tidak memenuhi persyaratan untuk mengoperasikannya juga dapat menghadapi konsekuensi hukum terkait.
Departemen Kepolisian Lalu Lintas menyarankan para orang tua untuk tidak menganggap modifikasi kendaraan sebagai hobi yang tidak berbahaya atau tren sesaat. Keluarga harus secara teratur memeriksa kendaraan yang digunakan anak-anak mereka, segera mendeteksi tanda-tanda perubahan struktural, modifikasi baterai, penyesuaian kecepatan, atau penggunaan kendaraan yang tidak tepat.
Selain itu, sekolah perlu memperkuat penyebaran keterampilan partisipasi lalu lintas yang aman, berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum untuk memeriksa dan mengingatkan siswa agar mematuhi peraturan yang berlaku, serta berkontribusi dalam mencegah insiden yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi akibat tren "modifikasi mobil" di sekolah.
Lihat video-video trending lainnya:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/trao-luu-hoc-sinh-do-xe-cuc-csgt-canh-bao-nong-1692605251355435.htm








Komentar (0)