Pada konferensi tersebut, para delegasi berbagi dan mempelajari topik-topik utama seperti: standar pariwisata ASEAN, perlindungan lingkungan, adaptasi perubahan iklim dalam kegiatan pariwisata, dan solusi transformasi digital dalam bisnis. Bisnis perlu memenuhi delapan standar pariwisata ASEAN, termasuk: hotel hijau, homestay, pariwisata komunitas, produk pariwisata berkelanjutan, tempat MICE, kota pariwisata bersih, toilet umum, dan layanan spa.

Ibu Bui Thi Ngoc Hieu, Wakil Direktur Dinas Pariwisata Kota Ho Chi Minh , menyampaikan pidato pada konferensi tersebut.

Melalui konferensi ini, Dinas Pariwisata Kota Ho Chi Minh berharap setiap pelaku usaha dapat secara proaktif mengembangkan rencana terkait jangka waktu dan peta jalan penerapan standar pariwisata ASEAN. Para pelaku usaha perlu menilai efektivitas dan kemampuan staf serta karyawan yang bekerja di tempat akomodasi wisata untuk terus menjaga dan mempromosikan etika profesional dan sikap kerja, serta meningkatkan kepuasan wisatawan. Hal ini akan berkontribusi pada optimalisasi manajemen dan operasional bisnis pariwisata di kota ini.

Para delegasi yang menghadiri konferensi tersebut.

Bapak Dang Phu Hien Dat, perwakilan dari AB Travel International Co., Ltd., menyampaikan: “Mencapai standar pariwisata ASEAN bukanlah hal mudah bagi bisnis pariwisata saat ini, tetapi hal ini benar-benar diperlukan untuk meningkatkan kualitas destinasi kota. Ini juga merupakan kesempatan bagi setiap bisnis untuk segera mengembangkan rencana peningkatan layanan dan fasilitas guna meningkatkan daya saing. Proses implementasi juga membantu membekali tenaga kerja dengan pengetahuan profesional dan secara teratur meningkatkan layanan dan fasilitas untuk memenuhi tuntutan wisatawan yang semakin tinggi.”

Para ahli memberikan dan bertukar informasi dengan pelaku bisnis di konferensi tersebut.

Terkait penerapan standar pariwisata ASEAN, Ibu Bui Thi Ngoc Hieu, Wakil Direktur Dinas Pariwisata Kota Ho Chi Minh, meyakini bahwa hal ini akan memberikan dasar bagi wisatawan untuk terlindungi dan mendapatkan pengalaman wisata terbaik. Bisnis pariwisata akan membangun kepercayaan dengan wisatawan yang berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata di kota tersebut. Penerapan standar pariwisata ASEAN akan memastikan bahwa kegiatan pariwisata di kota tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan terus meningkatkan integrasi internasional. Lebih jauh lagi, kota tersebut dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan menjaga keseimbangan yang harmonis antara pengembangan pariwisata dan perlindungan lingkungan, serta beradaptasi dengan perubahan iklim.

Teks dan foto: THU LE