
Pameran ini berlangsung pada waktu yang sangat istimewa, bertepatan dengan perayaan Hari Pers Revolusioner Vietnam pada tanggal 21 Juni, dan juga menandai tonggak penting pribadi bagi penulisnya.
Bagi fotografer Ho Vu, ini seperti film dokumenter yang hidup, merekam perjalanannya selama lebih dari dua dekade berkeliling negeri untuk mengabadikan momen-momen kehidupan.
Lebih spesifiknya, selain perannya sebagai seorang seniman, seniman tersebut juga telah menghabiskan 26 tahun mengajar di Sekolah Tinggi Radio dan Televisi II.
Dalam acara tersebut, seniman Ho Vu mengungkapkan harapannya bahwa karya-karyanya akan terus menyebarkan energi positif kepada masyarakat.
"Saya berharap gambar-gambar yang saya abadikan selama perjalanan saya melintasi berbagai wilayah di Vietnam dapat terus menyebarkan semangat patriotisme kepada semua orang," ujar fotografer Ho Vu dengan penuh emosi.

Setiap foto yang dipamerkan menceritakan kisah unik tentang orang-orang dan tanah yang dilalui sang seniman. Salah satu karya paling mencolok yang membuat pengunjung terkesan adalah foto " Jalan Impian ".
Karya ini memenangkan hadiah pertama dalam kontes foto terindah surat kabar Lao Cai pada tahun 2015 dan terpilih untuk dipamerkan di Pameran Fotografi Seni Internasional ke-9 pada tahun 2017.
Dalam menyampaikan pemikirannya tentang foto ini, penulis menyatakan bahwa nilai karya ini tidak hanya terletak pada teknik pencahayaan atau pemikiran komposisi, tetapi pada intinya adalah nilai kemanusiaannya. Foto ini menceritakan kisah jalan yang baru dibuka yang menghubungkan kehidupan masyarakat di dataran tinggi, membuka peluang untuk meningkatkan perdagangan, dan mengubah penampilan daerah pedesaan yang miskin.
Dalam kerangka pameran, publik juga berkesempatan untuk berpartisipasi dalam sesi interaktif, mendengarkan para seniman berbagi langsung tentang kesulitan dan kenangan di balik setiap foto. Melalui ini, para penonton memperoleh pemahaman dan apresiasi yang lebih dalam terhadap karya seni yang serius dan gigih dari para seniman.

Aspek kemanusiaan yang paling menonjol dan juga pesan inti dari "A Half-Century Perspective" adalah lelang langsung karya seni untuk mengumpulkan dana bagi Beasiswa Tran Lam – sebuah dana yang mendukung siswa kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka.
Berbicara tentang kegiatan bermakna ini, seniman Ho Vu berbagi: “Saya berharap melalui pameran ini, foto-foto ini dapat menemukan orang-orang yang memiliki minat yang sama dan akan memilikinya. Semua hasil dari lelang akan disumbangkan ke Dana Beasiswa Tran Lam untuk membantu siswa kurang mampu mengatasi kesulitan, menciptakan peluang bagi mereka untuk mengembangkan diri dan menatap masa depan yang lebih cerah.”
Kabarnya, karya seni tersebut dilelang dengan berbagai harga untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi. Karya berukuran kecil dimulai dari 2 juta VND, sedangkan foto berukuran besar dimulai dari 10 juta VND.

Pada hari pembukaan, karya seni berjudul "Warna Kehidupan" berhasil dilelang oleh seorang donatur seharga 20 juta VND. Seluruh hasil dari acara ini akan disumbangkan sepenuhnya ke dana beasiswa.
Dapat dikatakan bahwa, melalui karya-karya yang terkumpul sepanjang hidupnya, pameran "Ho Vu - Perspektif Setengah Abad" bukan hanya tonggak penting dalam perjalanan artistik seniman Ho Vu, tetapi juga bukti kebaikan hatinya.
Di sana, kecintaan pada profesi dan kecintaan pada tanah air terjalin dengan tanggung jawab terhadap sektor pendidikan dan keinginan untuk menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur kepada masyarakat.
Sumber: https://baovanhoa.vn/nghe-thuat/trien-lam-ho-vu-goc-nhin-nua-the-ky-239044.html









