Kastil Miramare.
Sepotong Sejarah
Pengunjung Trieste sebaiknya membeli FVGcard. Kartu seharga 30 Euro (berlaku 48 jam) atau 45 Euro (berlaku 1 minggu) ini memungkinkan pengunjung untuk masuk gratis ke hampir semua objek wisata di kota ini. FVGcard tersedia di kios-kios turis di Bandara Trieste, Stasiun Kereta Trieste Centrale, dan Terminal Bus Trieste.
Banyak wisatawan memulai perjalanan mereka menjelajahi Trieste dari Grand Canal. Keindahan dan romantisme Grand Canal tak kalah dengan Venesia, terutama di sore hari ketika matahari terbenam menghiasi rumah-rumah tua dan mengubah air menjadi madu. Terdapat banyak restoran dan kafe di sepanjang kedua sisi kanal. Atau, pengunjung dapat singgah di dermaga Molo Audace. Tentunya, duduk di dermaga untuk menyaksikan matahari terbenam akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung.
Dari Kanal Besar, pengunjung dapat berjalan kaki ke Piazza Unità d'Italia, "jantung" kota. Tempat ini sungguh layak menyandang reputasi "piazza terindah di Italia". Hanya sedikit piazza yang menawarkan pemandangan laut yang indah dan puitis seperti Unità d'Italia. Bangunan-bangunan bersejarah di sekitar piazza, seperti balai kota, juga merupakan destinasi menarik bagi pengunjung yang gemar menjelajahi sejarah dan arsitektur. Piazza ini merupakan pusat kota tua, tempat tinggal orang Austria di Trieste, sehingga bangunan-bangunan di sini memiliki jejak arsitektur Austria yang kuat dari abad ke-17 hingga ke-18.
Bukit San Giusto adalah destinasi wisata lain yang wajib dikunjungi wisatawan. Bukit kecil ini memiliki sejarah ribuan tahun. Manusia prasejarah pertama di Trieste tinggal di kaki bukit. Pada masa Kekaisaran Romawi kuno, bukit ini dipilih sebagai lokasi bagi banyak bangunan publik penting seperti kuil, istana, dan teater. Sisa-sisa bangunan ini masih berada di bawah bayang-bayang Bukit San Giusto. Di puncak bukit terdapat benteng dan Katedral San Giusto. Kedua bangunan ini dibangun pada abad ke-15 untuk melindungi Laut Adriatik milik Kekaisaran Habsburg. Benteng dan katedral ini merupakan monumen bersejarah nasional berkat nilai sejarah dan arsitekturnya, serta koleksi barang antik dan dokumen sejarah yang dipajang di sini.
Kastil Miramare di pinggiran Trieste telah lama terkenal di seluruh Eropa. Kastil ini dibangun pada abad ke-19 sebagai tempat peristirahatan bagi raja-raja Kekaisaran Habsburg. Kastil batu kapur putih ini berdiri sendiri di sebuah tanjung yang menghadap ke laut biru, menciptakan pemandangan yang langka dan megah. Kastil ini sekarang menjadi museum yang memamerkan artefak yang berkaitan dengan raja-raja yang tinggal di sini. Lahan kastil juga mencakup taman seluas 22 hektar yang didekorasi dengan gaya Inggris dan memiliki pohon-pohon berharga yang dibawa kembali dari Lebanon, Tiongkok, Meksiko, dll.
Pengalaman yang kaya
Kanal romantis di Trieste.
Masa-masa Trieste sebagai pusat perbelanjaan di Italia timur laut sudah lama berlalu, tetapi pengunjung masih bisa menemukan suvenir yang sempurna. Toko-toko di sekitar Piazza Unità d'Italia siap melayani pengunjung yang mencari kaca kristal Bohemia, perhiasan perak Austria, lukisan kaca Prancis, dan berbagai barang antik dari masa Trieste di bawah Kekaisaran Habsburg.
Kuliner Trieste sama beragamnya dengan suku-suku yang tinggal di sana. Bagi yang ingin mencicipi kuliner lokal, kunjungi kawasan Cavana atau Viale XX Settembre, tempat Anda dapat menemukan banyak restoran terjangkau. Beberapa hidangan khas yang patut dicoba antara lain caldaia (babi rebus), jota (semur daging babi, kentang, kubis, dan kacang-kacangan), brodetto (sup campuran makanan laut), dan sardoni in savor (sarden asin dengan bawang). Bar-bar di Trieste sering menyajikan osmiza, sepiring persegi berisi berbagai potongan daging dingin dan keju (mirip dengan charcuterie Prancis). Semua produk di atas piring osmiza diproduksi oleh petani lokal, sama seperti anggur yang Anda nikmati bersamanya.
Para pencinta kegiatan luar ruangan sering menikmati Sentiero Rilke, yang berarti "Jalur Rilke" dalam bahasa Italia. Jalan ini menghubungkan kota Duino dan Sistiana (di luar Trieste) dan menarik pengunjung dengan lanskap romantisnya yang memadukan hutan dan laut.
Di sisi lain, rute sepanjang 2 km ini juga cocok untuk segala usia. Jika Anda ingin memperluas penjelajahan, Anda dapat berjalan kaki ke Gua Grotta Gigante. Gua ini pernah diakui oleh Guinness Book of Records sebagai gua terbesar di dunia yang terbuka untuk wisatawan (rekor ini saat ini dipegang oleh Gua La Verna di Prancis). Gua utamanya sendiri memiliki tinggi 107 m, panjang 280 m, dan lebar 65 m. Dinding dan langit-langit gua bagaikan kanvas besar yang memajang lukisan-lukisan stalaktit yang lucu. Di dekat pintu masuk gua terdapat museum speleologi yang khusus memajang penemuan-penemuan geografis, paleontologi, dan antropologi yang ditemukan di Grotta Gigante.
Sumber: https://hanoimoi.vn/trieste-thanh-pho-duyen-dang-692697.html
Komentar (0)