Sebelumnya, transaksi perbankan tradisional seringkali mengharuskan nasabah mengunjungi cabang fisik untuk mengecek saldo, mentransfer uang, membayar tagihan, atau berkonsultasi tentang produk. Namun, keadaan telah berubah. Chatbot, aplikasi AI cerdas, telah membantu bank menghilangkan langkah-langkah transaksi yang kompleks, memungkinkan nasabah untuk melakukan operasi sederhana langsung di platform digital, mulai dari aplikasi seluler hingga situs web dan media sosial. Hal ini tidak hanya memberikan kenyamanan maksimal tetapi juga membantu bank beroperasi lebih efisien, mengurangi biaya operasional, dan menciptakan keunggulan kompetitif.
Dalam beberapa tahun terakhir, bank-bank di seluruh negeri, dan khususnya di provinsi ini, telah berinvestasi besar-besaran dalam AI dan chatbot untuk meningkatkan kualitas layanan.
Vietcombank telah meluncurkan VCB Digibot, asisten virtual yang dibangun di atas platformFPT.AI , yang mampu membantu pelanggan dengan pertanyaan yang sering diajukan tentang kartu, pinjaman, suku bunga, nilai tukar, jaringan cabang, dan program promosi. Fitur khusus VCB Digibot adalah kemampuannya untuk meneruskan permintaan yang kompleks kepada konsultan jika chatbot tidak dapat menangani masalah tersebut, sehingga memastikan pengalaman layanan yang lancar dan efisien.
Tidak hanya Vietcombank, tetapi BIDV juga telah menerapkan chatbot pada platform BIDV iBank, layanan perbankan digital untuk pelanggan korporat. Dengan kecepatan respons pesan kurang dari 5 detik, chatbot ini mendukung pelanggan 24/7 dalam mencari informasi umum tentang BIDV, jaringan perbankannya, produk kartu korporat, deposito, pinjaman, dan program promosi. Yang penting, chatbot ini memiliki kemampuan untuk belajar dan meningkatkan kinerja dukungan pelanggannya dari waktu ke waktu.
Nam A Bank juga telah melangkah lebih jauh dengan mengerahkan robot OPBA, yang memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi dengan AI langsung di cabang tanpa harus mengantre. OPBA mampu melakukan pengenalan wajah menggunakan teknologi Face ID, secara proaktif menyapa dan memberi saran kepada pelanggan, menciptakan kesan profesional dan modern sejak pelanggan memasuki bank.
HDBank juga menggunakan AI untuk mendukung pembukaan rekening pembayaran, rekening tabungan, identifikasi pelanggan elektronik, dan analisis data. Implementasi RPA (Robotic Process Automation) telah secara signifikan mengurangi waktu pemrosesan transaksi di departemen layanan, meningkatkan kecepatan pemrosesan hingga 30 kali lipat dibandingkan dengan proses manual, sekaligus sepenuhnya menghilangkan tumpukan pekerjaan yang tertunda.
Manfaat AI dan chatbot tidak hanya sebatas mengoptimalkan operasional bank; tetapi juga secara signifikan meningkatkan pengalaman pelanggan. Dengan dukungan 24/7, chatbot memberikan respons cepat kepada pelanggan tanpa perlu menunggu lama atau mengunjungi cabang. Lebih jauh lagi, AI memainkan peran penting dalam menganalisis perilaku pelanggan, membantu bank lebih memahami kebutuhan dan preferensi individu, sehingga dapat merekomendasikan produk keuangan yang sesuai.
Sebagai contoh, jika pelanggan sering tertarik pada produk tabungan, chatbot dapat menyarankan program tabungan dengan suku bunga terbaik, sehingga membantu pelanggan membuat keputusan keuangan yang lebih efektif.
Terlepas dari banyaknya manfaat yang ditawarkan oleh AI dan chatbot, bank masih menghadapi beberapa tantangan signifikan. Salah satunya adalah biaya investasi dalam sistem teknologi. Implementasi AI mengharuskan bank untuk memiliki infrastruktur teknologi canggih, kumpulan data besar, dan sistem keamanan tingkat tinggi untuk memastikan keamanan informasi pelanggan. Lebih lanjut, jika chatbot tidak dapat memahami dan merespons permintaan pelanggan yang kompleks secara akurat, mereka akan kehilangan nilai sebenarnya dan dapat mengecewakan mitra. Oleh karena itu, bank perlu terus meningkatkan teknologi mereka untuk memastikan chatbot dapat berkomunikasi secara lebih alami dan cerdas.
Menurut para pemimpin perbankan di provinsi tersebut, di masa depan, AI tidak hanya akan berfungsi sebagai alat pendukung pelanggan tetapi juga dapat menjadi penasihat keuangan yang cerdas. Pelanggan tidak hanya akan mengajukan pertanyaan sederhana kepada chatbot seperti "Berapa suku bunga saat ini?" tetapi juga dapat meminta saran AI tentang strategi investasi, analisis keuangan pribadi, dan panduan untuk mengoptimalkan arus kas. Kemajuan dalam AI dan pembelajaran mesin akan membantu chatbot menjadi lebih pintar, mampu memprediksi tren keuangan dan memberikan saran yang dipersonalisasi.
Chatbot dan AI secara bertahap membentuk masa depan industri perbankan. Penerapan teknologi ini tidak hanya membantu bank mengoptimalkan proses operasional dan mengurangi biaya, tetapi juga memberikan pengalaman layanan yang lebih nyaman, personal, dan cerdas.
Namun, untuk mewujudkan potensi AI secara penuh, bank membutuhkan strategi investasi jangka panjang, mulai dari pengembangan teknologi hingga pelatihan personel dan peningkatan sistem keamanan data. Di pasar keuangan yang semakin kompetitif, AI bukan hanya keuntungan tetapi menjadi faktor penentu bagi bank untuk mempertahankan pelanggan dan memperluas pangsa pasar.
Dengan kemajuan teknologi yang pesat, chatbot tidak diragukan lagi akan terus memainkan peran penting dalam industri perbankan, membawa perubahan signifikan dalam cara pelanggan berinteraksi dengan dan menggunakan layanan keuangan.
Thanh An
Sumber: http://baovinhphuc.com.vn/Multimedia/Images/Id/128266/“Tro-thu”-dac-luc-cho-hoat-dong-ngan-hang






Komentar (0)