Saya kembali ke kampung halaman saya pagi ini.
Jalan berlumpur itu, yang tersangkut di sepatunya, semakin becek karena hujan turun.
Dinginnya suasana menghancurkan ilusi.
Warna ungu pudar dari bunga sim dari kampung halaman saudara perempuan saya sudah memudar.
Wangi seperti kelopak bunga melati.
Siapa yang tahu apa yang akan terjadi esok hari ketika dia meninggalkan negeri asing ini?
Tiga musim di tanah kering, saudari.
Semoga perjalanan pulangmu lancar.
Tanyakan pada gulma di dekat tanggul.
Tanyakan pada sungai, tanyakan pada rumpun bambu, tanyakan pada dirimu sendiri.
Aku mencintaimu, sayangku, seperti gelombang yang berlama-lama.
Menahan beberapa kelopak eceng gondok berwarna ungu tua
Saya kembali ke kampung halaman saya dan berkeliling.
Berdiri diam di depan sumur desa, tenggelam dalam pikiran.
Aku berjanji akan mengirimkan puisi ini kepada adikku.
Aku di sini, dan aku menunggumu, saudari!
Sumber: https://baodaklak.vn/van-hoa-du-lich-van-hoc-nghe-thuat/van-hoc-nghe-thuat/202504/tro-ve-que-cu-6d20619/






Komentar (0)