![]() |
Inter memasuki pertandingan dengan performa konsisten di liga domestik. Kemenangan 1-0 mereka atas Udinese akhir pekan lalu memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi enam pertandingan, termasuk lima kemenangan.
Namun, Liga Champions adalah cerita yang berbeda. Setelah awal yang sempurna dengan empat kemenangan beruntun, Inter telah kalah dalam dua pertandingan terakhir mereka.
Terutama, kekalahan 0-1 di San Siro melawan Liverpool telah membuat posisi Inter di delapan besar menjadi genting. Jadwal pertandingan mendatang berarti Inter tidak boleh melakukan kesalahan, karena mereka menghadapi pertandingan tandang yang berisiko melawan Borussia Dortmund di pertandingan terakhir.
Meskipun demikian, San Siro tetap menjadi benteng yang sangat penting. Sebelum kekalahan melawan Liverpool, Inter tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan kandang berturut-turut di Liga Champions. Terakhir kali mereka kalah tiga pertandingan berturut-turut di kompetisi ini adalah pada tahun 2011, ketika pelatih Cristian Chivu masih menjadi pemain. Statistik ini menunjukkan bahwa Inter memiliki ketahanan untuk bereaksi di saat-saat sulit.
Arsenal tiba di Italia dengan pola pikir yang sama sekali berbeda. Hasil imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest di Liga Primer tidak mengurangi performa impresif mereka.
Tim asuhan Mikel Arteta tak terkalahkan dalam 11 pertandingan beruntun di semua kompetisi dan telah memenangkan keenam pertandingan Liga Champions musim ini. Arsenal saat ini adalah satu-satunya tim yang masih tak terkalahkan di turnamen ini, dan hanya membutuhkan satu poin lagi untuk mengamankan posisi delapan besar. Kemenangan akan mencetak rekor klub baru dengan tujuh kemenangan beruntun di Liga Champions.
Rekor pertemuan langsung memberi Inter sedikit keuntungan. Mereka telah memenangkan dua dari tiga pertemuan terakhir mereka di Liga Champions melawan Arsenal, termasuk kemenangan kandang 1-0 musim lalu. Sebaliknya, Arsenal belum pernah menang tandang melawan tim Italia di Liga Champions sejak 2008, dan bahkan belum mencetak gol dalam lima pertandingan terakhir mereka.
Pertandingan ini kemungkinan besar akan ditentukan di babak kedua. Semua gol Inter di Liga Champions musim ini tercipta setelah menit ke-30, sementara sebagian besar gol Arsenal juga terjadi setelah jeda. Lautaro Martínez adalah harapan terbesar Inter, sementara Gabriel Martinelli terus menjadi ancaman serangan yang signifikan bagi Arsenal. Pertandingan yang ketat dan menegangkan, serta sangat penting bagi kedua tim dalam perebutan tiket Eropa.
Sumber: https://znews.vn/truc-tiep-inter-milan-vs-arsenal-post1621338.html







Komentar (0)