
Arsenal punya kesempatan untuk membalas dendam saat menghadapi PSG - Foto: REUTERS
PSG berada di ambang menciptakan sejarah, dengan tujuan menjadi klub kedua di era Liga Champions yang berhasil mempertahankan gelar juaranya (setelah Real Madrid).
Sementara itu, Arsenal baru saja mengakhiri paceklik gelar domestik selama 22 tahun dan penuh percaya diri saat mereka mengincar trofi Liga Champions pertama mereka. Terutama, kembalinya Jurrien Timber tepat waktu telah memberikan dorongan signifikan bagi pertahanan Arsenal.
Bintang Belanda itu akan berduet dengan pemain Arsenal seperti duet bek tengah Willian Saliba dan Gabriel Magalhaes untuk membentuk perisai kokoh yang melindungi gawang kiper David Raya. Mereka akan menghadapi trio penyerang PSG yang sangat kuat, Ousmane Dembélé, Désiré Doué, dan Khvicha Kvaratskhelia. Lebih jauh lagi, trio ini didukung oleh dua gelandang berbakat, Vitinha dan Joao Neves.
Sebaliknya, PSG juga menerima kabar baik ketika pelatih Luis Enrique menyatakan bahwa bek sayap Achraf Hakimi dan Nuno Mendes dalam kondisi fit sepenuhnya dan siap untuk bermain sebagai starter.
Selain itu, dalam konfrontasi yang meneggangkan ini, pernyataan dari kedua kapten tim juga patut diperhatikan.
Pelatih Luis Enrique dengan percaya diri menyatakan: "Saya pikir ada tim favorit, saya akan memperjelasnya. Kami adalah juara dan kami telah mengatasi perjalanan terberat di Eropa musim ini. Arsenal memiliki motivasi yang sangat kuat untuk memenangkan gelar untuk pertama kalinya, tetapi kami mempertahankan gelar kami, yang bahkan lebih kuat."
Sebaliknya, setelah kekalahan pahit melawan PSG di semifinal musim lalu, pelatih Mikel Arteta tidak merahasiakan tekadnya untuk membalas dendam di babak final kompetisi ini.
Berbicara tentang pelatih PSG, Enrique, manajer Arsenal menyampaikan pernyataan singkat namun bermakna: "Saya sudah lama mengenal Luis Enrique. Dia luar biasa dan patut dikagumi. Tapi sekarang, kami adalah rival dan Arsenal bertujuan untuk mengalahkan PSG."
Sumber: https://tuoitre.vn/truc-iep-psg-arsenal-hang-cong-manh-gap-hang-thu-chac-20260530104204704.htm








Komentar (0)