![]() |
Marseille sebelumnya pernah membuat PSG patah hati di awal musim. |
Pada dini hari tanggal 9 Februari, PSG akan menjamu rival terbesar mereka di Ligue 1 musim ini, Olympique de Marseille, di Parc des Princes. Ini akan menjadi pertemuan ketiga antara kedua tim di musim 2025/26, dengan masing-masing tim telah meraih satu kemenangan.
Oleh karena itu, pertandingan mendatang akan sangat sulit diprediksi. Para ahli percaya bahwa pertandingan ini sangat penting untuk sisa musim ini, terutama mengingat penurunan performa Marseille baru-baru ini.
Kekalahan melawan pemimpin klasemen PSG akan membuat klub Merseyside itu tertinggal dalam perebutan gelar Ligue 1. Sebaliknya, kemenangan Marseille akan mempersempit selisih poin dengan PSG menjadi enam poin, membuat persaingan gelar semakin seru.
Sejak Qatar Investment Fund (QSI) mengambil alih, PSG benar-benar mendominasi Marseille selama sebagian besar dekade terakhir. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dan terutama musim ini, klub kota pelabuhan tersebut telah secara signifikan mempersempit jarak dengan juara Eropa.
Contoh utamanya adalah di awal musim, ketika PSG, yang kehilangan beberapa pemain kunci, kalah 0-1 dari Marseille di Stade Vélodrome. Namun, juara Liga Champions itu kemudian mengamankan kemenangan dramatis melalui adu penalti melawan Marseille di Trophée des Champions.
PSG akan bermain tanpa Achraf Hakimi untuk pertandingan ini karena skorsing setelah menerima kartu merah dalam kemenangan 2-1 melawan Strasbourg akhir pekan lalu. Kvaratskhelia juga absen karena cedera, sementara ketersediaan Ruiz dan Ndjantou masih belum pasti.
Di kubu Marseille, pelatih Roberto De Zerbi akan kehilangan sejumlah pemain bintang seperti Vaz, Lirola, Blanco, Maupay, Bakola, Garcia, Gomes, dan Murillo. Namun, Abdelli dan Nnadi berpotensi melakukan debut mereka untuk Marseille.
Sumber: https://znews.vn/truc-iep-psg-vs-marseille-post1625886.html







Komentar (0)