1. Nilai telur puyuh menurut Pengobatan Tradisional Tiongkok
Telur puyuh adalah makanan yang familiar, berukuran kecil namun kaya akan nilai gizi, sering muncul dalam makanan sehari-hari atau sebagai hidangan tambahan dan bergizi. Menurut Dr. Nguyen Quang Duong, MSc., Departemen Bedah, Rumah Sakit Tue Tinh, telur puyuh memiliki rasa manis dan sifat netral. Efek utamanya adalah untuk menyehatkan darah dan qi, memulihkan yin, bermanfaat bagi esensi, dan membantu tubuh pulih dari kelemahan dan kelelahan berkepanjangan.
Dibandingkan dengan jenis telur lainnya, telur puyuh berukuran lebih kecil tetapi memiliki kepadatan nutrisi yang tinggi, mudah diserap, dan cocok untuk banyak orang seperti anak-anak, lansia, mereka yang sedang dalam masa pemulihan dari sakit, atau mereka yang melakukan pekerjaan berat.
Mengisi Kembali Qi dan Darah, Memperbaiki Kelemahan Fisik: Menurut Pengobatan Tradisional Tiongkok, Qi dan Darah yang cukup adalah dasar kesehatan yang baik. Ketika Qi dan Darah kurang, tubuh sering lelah, kulit pucat, pusing, dan nafsu makan buruk. Telur puyuh memiliki efek mengisi kembali Qi dan Darah, membantu memperkuat tubuh. Ini adalah makanan yang sering direkomendasikan dalam hidangan bergizi yang ringan dan mudah dicerna.
Menyehatkan Yin dan Mendukung Kelemahan Tubuh: Telur puyuh bersifat netral dan memiliki efek menyehatkan pada Yin, membantu menyeimbangkan tubuh dalam kasus kekurangan Yin dengan panas internal, seperti mulut kering, kelelahan, insomnia ringan, atau kelemahan umum. Menambahkan telur puyuh ke dalam diet seimbang dapat membantu memperbaiki kelemahan kronis, terutama pada lansia atau mereka yang sedang dalam masa pemulihan dari sakit.
Mendukung perkembangan fisik pada anak: Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, anak-anak termasuk dalam kelompok dengan "limpa dan lambung yang belum berkembang," sehingga membutuhkan makanan yang mudah dicerna dan bergizi untuk pertumbuhan. Telur puyuh mudah diserap, kaya akan protein dan mikronutrien, membantu mendukung pertumbuhan fisik dan meningkatkan nafsu makan serta pertumbuhan jika digunakan dengan tepat dalam diet sehari-hari.
Suplemen nutrisi untuk pekerja berat: Orang yang terlibat dalam pekerjaan berat atau pekerjaan fisik seringkali mengeluarkan banyak energi dan tenaga vital. Telur puyuh menyediakan sumber protein, lipid, dan mineral yang membantu mendukung regenerasi energi dan mengurangi kelelahan. Dalam hidangan obat, telur puyuh sering dikombinasikan dengan daging, sayuran, atau ramuan tonik tertentu untuk meningkatkan manfaat nutrisinya.
Mendukung pemulihan setelah sakit: Setelah sakit, tubuh seringkali kekurangan darah dan energi, pencernaan buruk, dan kekebalan tubuh melemah. Telur puyuh adalah makanan ringan dan mudah dicerna yang dapat digunakan selama masa pemulihan untuk membantu tubuh cepat pulih dan kembali stabil, terutama jika diolah menjadi bubur atau rebusan.

Telur puyuh menyehatkan darah dan energi vital, memulihkan yin, dan bermanfaat bagi esensi tubuh.
2. Efek telur puyuh menurut pengobatan modern
Menurut Dr. Nguyen Quang Duong, telur puyuh merupakan makanan yang sangat bergizi dengan nilai biologis tinggi dan mudah diserap. Dibandingkan dengan telur ayam, telur puyuh berukuran lebih kecil tetapi mengandung konsentrasi mikronutrien yang lebih tinggi per beratnya.
Kaya akan protein berkualitas tinggi: Telur puyuh menyediakan berbagai asam amino esensial, membantu tubuh membangun dan memperbaiki otot, mendukung pertumbuhan pada anak-anak, dan menjaga massa otot pada orang dewasa yang lebih tua. Protein dalam telur puyuh memiliki nilai biologis tinggi, mudah dicerna dan diserap.
Mendukung perkembangan otak dan sistem saraf: Telur puyuh mengandung kolin – nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan asetilkolin (neurotransmitter), mendukung daya ingat dan kemampuan belajar, serta menjaga fungsi sistem saraf yang normal. Selain itu, vitamin B (B1, B2, B12) dalam telur puyuh juga berkontribusi mengurangi kelelahan dan mendukung metabolisme energi.
Baik untuk penglihatan: Telur puyuh mengandung vitamin A dan karotenoid, yang membantu melindungi retina, mengurangi risiko degenerasi makula, dan mendukung penglihatan.
Dukungan imun dan sifat antioksidan: Mikronutrien seperti selenium, seng, dan vitamin A dalam telur puyuh membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung perlawanan terhadap stres oksidatif, dan melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Mendukung pembentukan darah: Telur puyuh mengandung zat besi, vitamin B12, dan folat – faktor penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu, makanan ini dapat membantu mencegah anemia nutrisi dan mengurangi kelelahan yang disebabkan oleh kekurangan zat besi.
Memberikan energi yang mudah diserap: Dengan kandungan lipid dan protein yang seimbang, telur puyuh memberikan energi tanpa terasa terlalu berat di perut, sehingga cocok untuk camilan atau bagi mereka yang perlu memulihkan tenaga.
Manfaat untuk kesehatan kardiovaskular (bila dikonsumsi dalam jumlah sedang): Telur puyuh mengandung lesitin – fosfolipid yang berperan dalam metabolisme lemak dan kolesterol dalam tubuh. Namun, manfaat ini hanya diperoleh jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tidak berlebihan.
Menurut Dr. Nguyen Quang Duong, meskipun bergizi, telur puyuh tetap mengandung kolesterol, sehingga penderita penyakit kardiovaskular, dislipidemia, diabetes, atau asam urat sebaiknya mengonsumsinya dalam jumlah sedang. Telur puyuh yang kurang matang sebaiknya dihindari untuk mencegah infeksi bakteri. Telur puyuh hanya ditujukan untuk mendukung kesehatan dan bukan pengganti obat.
Lihat artikel trending lainnya:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/trung-cut-co-tac-dung-gi-doi-voi-suc-khoe-169260623154652277.htm










