Pada tanggal 27 Oktober di Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Wang Yi (Anggota Politbiro , Direktur Kantor Komisi Urusan Luar Negeri Pusat Partai Komunis Tiongkok, dan Menteri Luar Negeri Tiongkok). Pertemuan tersebut berlangsung selama kunjungan Wang Yi ke AS dari tanggal 26-28 Oktober.
Menurut pernyataan Gedung Putih, selama pertemuan tersebut, Presiden Biden menekankan bahwa baik Washington maupun Beijing perlu mengelola persaingan di antara kedua pihak secara bertanggung jawab dan menjaga jalur komunikasi tetap terbuka. Sementara itu, Wang mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk mempromosikan pertemuan puncak bilateral di San Francisco, California, dan untuk mencegah memburuknya hubungan bilateral lebih lanjut, menurut Xinhua.
Presiden Joe Biden bertemu dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi di Gedung Putih pada tanggal 27 Oktober.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok
Apakah para pemimpin AS dan Tiongkok akan segera bertemu?
Kunjungan Wang menandai kunjungan pertama seorang menteri luar negeri Tiongkok ke Washington D.C. sejak tahun 2018. Selama kunjungan ini, Wang mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dua kali, pada tanggal 26 dan 27 Oktober. Setelah pertemuan pertama, Beijing menyatakan bahwa "kedua pihak telah melakukan pertukaran pandangan yang mendalam tentang hubungan bilateral dan isu-isu yang menjadi perhatian bersama dalam suasana yang konstruktif," menurut AP. Departemen Luar Negeri AS mengatakan kedua menteri luar negeri tersebut membahas "bidang-bidang perbedaan pendapat" dan "bidang-bidang kerja sama."
Selain itu, Wang juga bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pada 27 Oktober. Keduanya membahas isu-isu penting dalam hubungan bilateral. Kedua pihak menegaskan kembali keinginan mereka untuk kegiatan diplomatik tingkat tinggi lebih lanjut, termasuk bekerja sama untuk mewujudkan pertemuan antara Presiden Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di San Francisco pada bulan November.
Setelah pertemuan-pertemuan ini, Gedung Putih mengumumkan bahwa kedua pihak "sedang berupaya" untuk mengadakan pertemuan tatap muka antara para pemimpin AS dan Tiongkok di sela-sela KTT APEC, yang dijadwalkan berlangsung di San Francisco pada tanggal 15-17 November. Selain itu, AP mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa kedua pemimpin telah sepakat untuk bertemu, tetapi belum menyepakati tanggal dan lokasi pasti pertemuan tersebut.
"Keinginan kuat Amerika"
Kunjungan Wang ke AS ini menyusul serangkaian kontak diplomatik bilateral dalam beberapa bulan terakhir yang bertujuan untuk menyelamatkan hubungan yang memburuk dengan cepat setelah AS menembak jatuh balon yang diduga sebagai alat mata-mata di China pada bulan Februari, menurut Reuters. Sebagian besar kontak ini dilakukan atas permintaan AS.
Para ahli Tiongkok meyakini bahwa kunjungan Wang terjadi atas undangan Blinken, dan serangkaian pembicaraan Wang dengan para pejabat senior AS menunjukkan keinginan kuat AS untuk menstabilkan dan memperkuat komunikasi yang luas dengan Tiongkok, menurut Global Times.
Lebih lanjut, pakar Yun Sun, Direktur Program China di Stimson Center (AS), percaya bahwa pertemuan mendatang antara Presiden Biden dan Presiden Xi akan membawa stabilitas yang sangat dibutuhkan bagi hubungan antara kedua negara. "Dunia membutuhkan AS dan China untuk mengikuti jalan yang rasional dan menstabilkan hubungan mereka, memberikan status quo yang lebih aman bagi kawasan dan dunia," kata Sun seperti dikutip AP.
Presiden AS memutus akses terhadap chip Nvidia dari China.
Hubungan AS-Tiongkok mulai tegang pada tahun 2018 ketika pemerintahan Trump memberlakukan tarif tinggi pada barang-barang Tiongkok senilai 50 miliar dolar AS. Hubungan ini semakin memburuk karena berbagai masalah, termasuk hak asasi manusia, Laut Cina Selatan, Taiwan, teknologi, dan pandemi Covid-19.
Tautan sumber






Komentar (0)