(CLO) Pada tanggal 8 Maret, China mengumumkan tarif atas produk pertanian dan makanan senilai lebih dari 2,6 miliar dolar AS yang diimpor dari Kanada, sebagai langkah balasan terhadap tarif yang diberlakukan Kanada mulai Oktober 2024.
Menurut Kementerian Perdagangan China, tarif baru tersebut akan berlaku mulai 20 Maret, termasuk tarif 100% untuk impor minyak canola, bungkil biji minyak, dan kedelai senilai lebih dari 1 miliar dolar AS dari Kanada, serta tarif 25% untuk impor daging babi dan produk makanan laut senilai 1,6 miliar dolar AS.
Beijing menuduh langkah-langkah Kanada melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) secara serius dan bersifat proteksionis. Keputusan ini menandai perkembangan baru dalam perang dagang, yang sebagian besar berpusat pada kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Foto ilustrasi: GI
Awal Agustus lalu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan tarif pada kendaraan listrik, baja, dan aluminium buatan China untuk mengatasi kelebihan produksi akibat subsidi negara di China, sebuah langkah serupa dengan yang dilakukan Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Pada bulan September, China membalas dengan meluncurkan investigasi anti-dumping terhadap benih canola Kanada, yang mencakup lebih dari setengah ekspor canola Kanada dan bernilai $3,7 miliar tahun lalu.
China mengambil tindakan serupa terhadap Australia ketika memberlakukan serangkaian larangan perdagangan pada tahun 2020 sebagai balasan atas seruan Australia untuk penyelidikan asal-usul COVID-19. Beijing baru mulai mencabut pembatasan ini pada tahun 2023, setelah perubahan kepemimpinan pemerintah Australia.
Saat ini, Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah Amerika Serikat, dengan total nilai ekspor Kanada ke Tiongkok mencapai 47 miliar dolar AS pada tahun 2024. Langkah-langkah tarif baru dapat memperburuk ketegangan antara kedua negara di tengah hubungan perdagangan global yang semakin kompleks.
Ngoc Anh (menurut Business Times, Reuters)
Sumber: https://www.congluan.vn/them-cuoc-chien-thuong-mai-giua-trung-quoc-va-canada-cang-thang-leo-thang-post337615.html






Komentar (0)