China membuat terobosan dalam perlombaan produksi robot. Foto: Bloomberg . |
Menurut SCMP , pasar robotika di Tiongkok diproyeksikan akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun mendatang. Industri ini dapat mencapai $108 miliar pada tahun 2028, meningkat hampir 130% dari $47 miliar pada tahun 2024. Penilaian ini berasal dari laporan riset yang diterbitkan oleh Morgan Stanley pada 17 Juni, yang mencerminkan peran negara Asia Timur tersebut yang semakin penting dalam industri robotika global.
Menurut analis Morgan Stanley, Sheng Zhong dan Chelsea Wang, Tiongkok saat ini memegang sekitar 40% pangsa pasar robotika global, tertinggi di dunia . Meskipun laporan tersebut tidak memberikan angka spesifik untuk masa depan, para ahli menekankan bahwa negara dengan populasi terbesar di dunia ini tidak hanya merupakan pasar terbesar tetapi juga memainkan peran sentral dalam inovasi, mendorong pengembangan generasi baru robot berkat keunggulan biaya dan teknologinya.
"Robot sedang mengubah industri manufaktur Tiongkok. Di masa depan, seiring robot menjadi lebih pintar, lebih lincah, dan lebih terjangkau, mereka akan memiliki dampak yang semakin mendalam pada masyarakat," menurut sebuah laporan dari Morgan Stanley.
Data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok menunjukkan bahwa produksi robot industri pada bulan Mei mencapai lebih dari 69.000 unit, meningkat 35,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi robot layanan juga meningkat sebesar 13,8%, mencapai sekitar 1,2 juta unit.
Robotika merupakan area inti dari strategi "Made in China 2025", yang diluncurkan satu dekade lalu untuk memposisikan Tiongkok sebagai pemimpin dalam manufaktur teknologi tinggi. Saat ini, negara tersebut menguasai lebih dari setengah pasar robot industri global dan merupakan rumah bagi sekitar 741.700 perusahaan robotika.
Selain itu, Morgan Stanley memprediksi bahwa drone akan menjadi sektor besar berikutnya di Tiongkok, dengan nilai pasar diperkirakan meningkat dari $19 miliar pada tahun 2024 menjadi $40 miliar pada tahun 2028. Sementara itu, pasar robot humanoid juga menjanjikan pertumbuhan eksplosif dengan laju 63% per tahun, dari $300 juta saat ini menjadi $3,4 miliar pada tahun 2030.
Menurut laporan tersebut, China dapat memiliki sekitar 252.000 robot humanoid pada tahun 2030 dan mencapai 302 juta unit pada tahun 2050, setara dengan 30% dari total robot humanoid global. Tahun 2024 dianggap sebagai titik balik bagi bidang ini, karena produksi massal telah dimulai.
Sumber: https://znews.vn/trung-quoc-sap-thong-tri-nganh-robot-post1561367.html







Komentar (0)