Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Telur - makanan bergizi dan terjangkau.

Telur hadir dalam setiap hidangan Vietnam sebagai bahan yang serbaguna, mudah disiapkan, dan bergizi. Tidak hanya telur ayam, tetapi juga telur bebek, telur puyuh, telur angsa, dan lain-lain, berkontribusi pada peningkatan kesehatan jika digunakan dengan tepat dan secara ilmiah.

Báo Quảng NamBáo Quảng Nam08/06/2025

a11aad261c2fa871f13e.jpg
Telur ayam - makanan yang familiar di setiap dapur Vietnam. Foto: Xuan Hien

Telur ayam - lezat, bergizi, dan terjangkau.

Di antara telur unggas, telur ayam adalah yang paling banyak dikonsumsi. Hal ini bukan hanya karena harganya yang terjangkau, tetapi juga karena telur ayam memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

Satu butir telur ayam rebus (sekitar 50g) mengandung sekitar 70 kalori dan 6-7g protein berkualitas tinggi, lengkap dengan asam amino esensial. Selain itu, kuning telur mengandung kolin – nutrisi penting untuk fungsi otak dan daya ingat, terutama bermanfaat bagi ibu hamil dan lansia.

Selain itu, telur ayam mengandung vitamin D (yang meningkatkan penyerapan kalsium), vitamin A, B12, zat besi, dan seng. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi satu butir telur sehari tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular; sebaliknya, hal itu membantu menyeimbangkan kolesterol secara positif – meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.

Namun, kuncinya terletak pada metode memasak. Telur rebus tetap menjadi pilihan utama karena mempertahankan nutrisi, membatasi lemak, dan mudah dicerna. Hindari sama sekali mengonsumsi telur mentah – telur mentah tidak sebergizi seperti yang dikabarkan – dan menimbulkan risiko infeksi salmonella yang sangat berbahaya.

Manfaat kesehatan

Bersama dengan telur ayam, telur bebek sama kayanya akan energi. Telur bebek lebih besar dan mengandung lebih banyak lemak dan protein daripada telur ayam. Terutama kaya akan kalsium, zat besi, dan vitamin B, telur bebek membantu memulihkan darah, mengembalikan kesehatan setelah sakit, dan sangat cocok untuk orang yang melakukan pekerjaan berat atau wanita setelah melahirkan.

Namun, karena kandungan kolesterolnya yang tinggi, telur bebek tidak cocok untuk orang yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, kadar lipid darah tinggi, atau diabetes. Orang yang sehat sebaiknya hanya mengonsumsi 2-3 butir telur bebek per minggu.

Balut (telur bebek yang telah dibuahi) – hidangan favorit banyak orang Vietnam – kaya akan nutrisi tetapi mudah menyebabkan "panas" jika dikonsumsi terlalu sering, terutama di malam hari atau saat tubuh lelah.

Sementara itu, telur puyuh mungkin kecil, tetapi kaya akan nutrisi. Berdasarkan beratnya, telur puyuh mengandung zat besi, vitamin B1 dan B2, serta fosfor dalam jumlah lebih tinggi daripada telur ayam. Telur puyuh juga memiliki keunggulan mudah dimakan, harum, dan kaya rasa, menjadikannya makanan favorit bagi anak-anak dan mereka yang sedang dalam masa pemulihan dari sakit. Mengonsumsi 4-5 butir telur puyuh per hari adalah jumlah yang wajar.

Banyak orang berpikir bahwa telur puyuh rendah kolesterol karena ukurannya kecil, tetapi kenyataannya, telur puyuh juga mengandung kolesterol yang relatif tinggi, sehingga jumlah yang dikonsumsi harus diperhatikan, terutama bagi lansia.

Telur angsa juga merupakan makanan dengan sedikit manfaat kesehatan. Pengobatan tradisional Tiongkok menganggap telur angsa sebagai makanan pendingin, membantu meredakan panas, mengobati batuk kering, dan meringankan kelemahan fisik. Kuning telur angsa yang besar dan berlemak kaya akan nutrisi, cocok untuk orang dengan konstitusi panas yang rentan terhadap panas internal. Namun, mirip dengan telur bebek, telur angsa tidak boleh dikonsumsi terlalu sering; hanya 1-2 butir telur per minggu yang disarankan.

Cara mengonsumsi telur dengan benar.

Meskipun setiap jenis telur memiliki kelebihannya masing-masing, penggunaan yang tidak tepat dapat mengubah manfaat menjadi bahaya. Misalnya, hindari mengonsumsi telur mentah atau setengah matang. Telur mentah tidak hanya sulit dicerna tetapi juga dapat terkontaminasi salmonella, yang menyebabkan keracunan usus, yang sangat berbahaya bagi anak-anak dan lansia.

Telur juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Orang normal dapat mengonsumsi 3-4 butir telur ayam per minggu, tergantung kebutuhan energinya. Mereka yang berolahraga dapat meningkatkan jumlahnya, tetapi tetap penting untuk menyeimbangkannya dengan sayuran hijau, serat, dan lemak sehat.

Hindari menggabungkan telur dengan susu kedelai, teh kental, buah kesemek, atau daging penyu – kombinasi ini dapat dengan mudah menyebabkan gangguan pencernaan dan pengendapan protein di perut.

Selain itu, telur harus disimpan pada suhu yang stabil dan tidak boleh dicuci sebelum didinginkan untuk menghindari hilangnya lapisan pelindung alaminya, sehingga lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri.

Telur bukanlah "ramuan ajaib" yang bisa Anda makan sebanyak yang Anda mau. Telur perlu dikonsumsi dengan benar, dalam jumlah sedang, dan dengan pengetahuan agar tidak membahayakan kesehatan Anda.

Sumber: https://baoquangnam.vn/trung-thuc-pham-binh-dan-bo-duong-3156309.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
"Perhiasan kerang – keindahan dari laut"

"Perhiasan kerang – keindahan dari laut"

Pemetaan untuk merayakan Hari Pembebasan pada tanggal 30 April.

Pemetaan untuk merayakan Hari Pembebasan pada tanggal 30 April.

Gua Bo Nau

Gua Bo Nau