
Menjelang musim ujian, selain mengulang materi pelajaran, nutrisi menjadi perhatian utama bagi banyak siswa dan orang tua. Dari Jepang dan Korea Selatan hingga negara-negara Eropa, banyak makanan dianggap sebagai "penolong" untuk menjaga kewaspadaan, meningkatkan konsentrasi, dan mengurangi kelelahan selama hari-hari ujian yang penuh tekanan. Meskipun tidak ada "makanan super" yang dapat menggantikan belajar, para ahli percaya bahwa diet yang tepat dapat berkontribusi untuk mendukung fungsi otak.
Masyarakat Jepang lebih menyukai ikan yang kaya akan omega-3.
Di Jepang, ikan telah lama menjadi bagian yang familiar dari makanan sekolah, terutama selama periode persiapan ujian.
Studi nutrisi menunjukkan bahwa ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3, terutama DHA – komponen penting bagi otak. Beberapa studi observasional mencatat bahwa konsumsi ikan secara teratur dikaitkan dengan daya ingat dan prestasi akademik yang lebih baik.

Dalam budaya Jepang, hidangan ikan bakar, nasi mangkuk salmon, atau ikan kembung dengan saus miso umum ditemukan dalam menu siswa selama musim ujian. Banyak keluarga menganggap hidangan ini sebagai sumber nutrisi sehat yang membantu menjaga energi dan konsentrasi.
Korea Selatan memprioritaskan kacang-kacangan dan rumput laut.
Di Korea Selatan, musim ujian masuk perguruan tinggi Suneung dianggap sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam setahun. Selain makanan yang dipercaya membawa keberuntungan, banyak orang tua fokus pada melengkapi diet anak-anak mereka dengan makanan yang kaya akan lemak sehat, seperti kenari, almond, dan kacang-kacangan lainnya.
Baru-baru ini, sebuah studi oleh Universitas Reading (Inggris) menunjukkan bahwa sarapan yang dilengkapi dengan kenari meningkatkan daya ingat dan kecepatan reaksi peserta selama beberapa jam setelah makan. Para peneliti berpendapat bahwa asam lemak omega-3, protein, dan polifenol dalam kacang ini dapat berkontribusi pada fungsi kognitif.

Selain itu, rumput laut – hidangan yang umum dalam masakan Korea – juga sangat dihargai karena mengandung banyak mineral dan mikronutrien yang penting bagi tubuh.
Eropa sangat menghargai sarapan lengkap.
Sementara di Asia Timur terdapat minat yang besar terhadap makanan yang dapat meningkatkan kinerja otak, di Eropa saran yang paling umum untuk siswa sebelum ujian cukup sederhana: jangan melewatkan sarapan.
Sebuah studi yang dilakukan terhadap lebih dari 1.100 remaja menunjukkan bahwa siswa yang sarapan lengkap sebelum melakukan tugas kognitif berkinerja lebih baik daripada kelompok yang secara teratur melewatkan sarapan.
Para ahli nutrisi Eropa sering merekomendasikan agar siswa memulai hari mereka dengan:
• Biji-bijian utuh;
• Susu atau yogurt;
• Buah segar;
• Sedikit kacang.
Tujuannya adalah untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menghindari rasa lapar atau kelelahan selama pemeriksaan.
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, diet Mediterania semakin banyak direkomendasikan oleh para ahli untuk kesehatan otak.
Diet ini memprioritaskan ikan, minyak zaitun, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan segar, terutama beri seperti blueberry dan stroberi.

Menurut berbagai penelitian, makanan yang kaya antioksidan dan asam lemak tak jenuh dapat mendukung fungsi sistem saraf dan kemampuan kognitif.
Di banyak negara Eropa Selatan seperti Spanyol, Italia, dan Yunani, ini dianggap sebagai dasar nutrisi yang مناسب bagi siswa selama periode belajar intensif.
Hal terpenting bukanlah "makanan super".
Para ahli nutrisi menekankan bahwa tidak ada makanan yang dapat membuat siswa menjadi "lebih pintar" dalam semalam. Yang benar-benar penting adalah:
• Makanlah secara teratur;
• Jangan melewatkan sarapan;
• Minumlah air yang cukup;
• Batasi minuman manis dan berkafein;
• Pastikan Anda cukup tidur sehari sebelum ujian.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sarapan secara teratur sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan upaya kognitif dikaitkan dengan hasil kognitif yang lebih baik pada remaja.
Bagi siswa Vietnam yang sedang mempersiapkan ujian kelulusan SMA, para ahli menyarankan untuk menghindari makanan yang diiklankan sebagai "penambah daya otak" atau diet khusus selama masa-masa akhir persiapan. Diet seimbang dengan ikan, daging tanpa lemak, telur, susu, sayuran hijau, buah-buahan, dan kacang-kacangan, serta tidur yang cukup, tetap menjadi cara paling efektif untuk menjaga kesehatan dan kewaspadaan selama hari-hari ujian yang krusial ini.
Sumber: https://daibieunhandan.vn/truoc-ky-thi-si-tu-o-cac-nuoc-an-gi-10419221.html







Komentar (0)