
Dalam beberapa tahun terakhir, sertifikat internasional IELTS telah menjadi ukuran penting kemampuan bahasa asing siswa, dan menjadi jalan menuju banyak peluang belajar di lembaga pendidikan bergengsi. Di Ha Tinh, Sekolah Albert Einstein terus memberikan kesan yang kuat di "arena" ini dengan serangkaian hasil akademik yang menggembirakan. Baru-baru ini, sekolah tersebut mencatat grafik kinerja yang mengesankan dengan 1 siswa meraih nilai 8.0, 3 siswa meraih nilai 7.5, 5 siswa meraih nilai 7.0, dan 8 siswa lainnya meraih nilai antara 6.0 dan 6.5.
Di antara para siswa berprestasi, Bui Tran Kim Ngan (kelas 9A4) memberikan kesan yang kuat dengan meraih skor IELTS 8.0 pada percobaan pertamanya. Meskipun ia hanya fokus pada tujuan IELTS-nya selama dua bulan terakhir, fondasi pengetahuan yang kuat yang dibangun dari program bahasa Inggris sekolahnya membantu Kim Ngan mencapai hasil di luar ekspektasi.

Kim Ngan tidak hanya memandang bahasa Inggris sebagai mata pelajaran; ia melihatnya sebagai bahasa yang digunakannya setiap hari. Ia mempertahankan kebiasaan belajar melalui aktivitas favoritnya seperti menonton film, mendengarkan musik, dan memanfaatkan situs web pembelajaran terpercaya untuk mengembangkan keempat keterampilan secara komprehensif, sambil juga memberikan penekanan khusus pada belajar mandiri.
Kim Ngan berbagi: “Menurut saya, menemukan motivasi dan semangat dalam proses belajar sangat penting. Saya tidak membatasi diri pada struktur yang kaku atau mencoba mengubur diri dalam buku dan dokumen… sebaliknya, saya memprioritaskan konten dalam bentuk klip dan video untuk menciptakan minat dan mudah menyerap informasi. Dengan hasil ini, saya akan lebih percaya diri dalam mencapai tujuan saya untuk belajar di luar negeri di masa depan.”
Bagi Phan Dinh Phong (kelas 7A7), meraih skor IELTS 6,5 pada percobaan pertamanya di usia muda 12 tahun adalah hasil yang sangat membanggakan. Bagi Phong, ini adalah ujian penting bagi kemampuannya, yang menjadi landasan untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi.
Rupanya, dia mulai fokus belajar sekitar 5 bulan sebelum ujian, mendedikasikan 1-2 jam setiap hari untuk belajar bahasa Inggris agar dapat menyeimbangkan waktunya dan memastikan hasil yang baik di mata pelajaran lain.
Yang membedakan Phong adalah dia tidak mengikuti kelas tambahan; sebaliknya, dia fokus sepenuhnya pada kurikulum kelas sambil aktif belajar dari siswa yang lebih senior dan teman-temannya yang telah mengikuti ujian IELTS. Dia juga secara teratur menonton video, membaca koran, dan mengikuti berita terkini dalam bahasa Inggris untuk memperluas kosakata, meningkatkan ekspresi, dan mengembangkan pemikiran akademisnya, sehingga semakin mengasah kemampuannya.
"Selama masa studi dan persiapan ujian saya, para guru tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai teman, motivator, dan pendukung, membantu saya melangkah dengan percaya diri menuju tujuan masa depan saya," ujar Dinh Phong.

Keberhasilan para siswa tidak hanya berasal dari usaha individu mereka, tetapi juga dari strategi pendidikan yang terstruktur dengan baik yang diterapkan oleh sekolah. Di balik hasil yang mengesankan ini terdapat kurikulum bahasa Inggris yang dirancang secara ilmiah, disesuaikan dengan setiap kelompok usia, yang berfokus pada pengembangan holistik keempat keterampilan—mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis—bersamaan dengan pemikiran akademis.
Sekolah Albert Einstein saat ini menerapkan hasil pembelajaran Cambridge kepada siswa sekolah menengahnya, sekaligus memilih dan membina siswa yang memiliki kemampuan dan keinginan untuk mengikuti ujian IELTS.
Selain kurikulum utama, sekolah juga menyelenggarakan banyak kegiatan ekstrakurikuler dan klub bahasa Inggris untuk membangun ekosistem bahasa asing yang kaya, membantu siswa memahami dengan jelas peran bahasa asing, menggunakan bahasa Inggris dalam praktik, dan menganggapnya sebagai alat untuk menjelajahi dan terhubung dengan dunia.

Ibu Le Thi Thao, seorang guru bahasa Inggris di Sekolah Albert Einstein, mengatakan: “Dengan kualitas sebagai fondasi dan IELTS sebagai ujung tombak, sekolah berkomitmen untuk membangun arah profesional yang solid dalam pelatihan bahasa Inggris. Tujuan tertinggi adalah menciptakan fondasi yang kuat bagi siswa untuk berintegrasi dengan percaya diri dan siap menaklukkan lingkungan belajar yang lebih besar di masa depan.”
Menguasai sertifikasi internasional seperti IELTS bukan lagi sekadar meraih nilai tinggi, melainkan persiapan strategis bagi kaum muda untuk menghadapi tantangan lingkungan internasional. Dengan strategi investasi yang terencana dengan baik dan peta jalan ilmiah, Sekolah Albert Einstein terus menegaskan kualitasnya, mewujudkan tujuannya untuk membangun ekosistem pendidikan modern di mana bahasa asing bukan hanya mata pelajaran tetapi keterampilan mendasar, membekali setiap siswa dengan kepercayaan diri untuk menjadi warga global sejati.
Sumber: https://baohatinh.vn/truong-albert-einstein-ghi-dau-an-tu-cuoc-thi-ielts-post303587.html










