Setiap tahun pada tanggal 7 Januari, warga di Kota Hung Hoa, Distrik Tam Nong, akan menyelenggarakan upacara menumbuk kue beras untuk dipersembahkan kepada Kuil Mau sebagai ungkapan rasa terima kasih atas jasa jenderal wanita Ho Thien Huong. Tradisi mulia ini telah ada selama ratusan tahun di wilayah tersebut.
Masyarakat Zona 1, Kota Hung Hoa berkumpul di Rumah Budaya Zona tersebut untuk bersiap menumbuk kue beras.
Tradisi menumbuk kue beras di Desa Truc Phe (kini Kota Hung Hoa, Kabupaten Tam Nong) bermula sejak lama, berawal dari legenda Ibu Suci Ho Thien Huong, seorang jenderal wanita di era Raja Hung yang membangun negara dan banyak berjasa dalam melindungi negara.
Pada tahun 207 SM, Trieu Da menyerang Au Lac. Duc Truy ca Dinh Cong Tuan (yang menjaga Ke Gio, sekarang tanah Kinh Ke, distrik Lam Thao) dikepung musuh. Nyonya Thien Huong (yang menjaga gua Truc Hoa, sekarang kota Hung Hoa, distrik Tam Nong) meminta rakyat untuk menumbuk kue dan bola nasi sebagai persediaan bagi pasukan Dinh Cong Tuan agar dapat mematahkan pengepungan musuh.
Setelah wafatnya, penduduk Kota Hung Hoa membangun sebuah kuil dan mewariskan tradisi menumbuk kue beras untuk dipersembahkan kepada Bunda Suci pada tanggal 7 dan 8 Januari setiap tahun. (Adegan upacara pada Festival Kuil Bunda Suci tahun 2024).
Orang-orang yang menumbuk kue biasanya laki-laki muda yang sehat. Sambil menumbuk, para pria melantunkan lagu daerah: "Truc Phe mengadakan pesta banh giay - Di sisi Asia, buka mulutmu, di sisi lain, pukul dengan alu."
Kue tersebut ditumbuk hingga halus dan lembut lalu dipotong-potong dengan tali menjadi potongan-potongan yang sama.
Kue harus dibentuk selagi masih panas, pengrajin akan mengoleskan lapisan lemak ayam lalu mulai membentuknya.
Kue ini biasanya berbentuk bulat atau seperti patung dengan ketebalan 5 - 7cm.
Pengrajin harus meremas dan menggosok kue tersebut agar menjadi bulat dan halus, tanpa butiran beras meledak di permukaan.
Kue beras yang sudah jadi akan dikenakan oleh wanita dalam pakaian resmi dan dibawa ke Kuil untuk dipersembahkan kepada Bunda Suci.
Tradisi menumbuk lontong telah menjadi santapan rohani yang tak terpisahkan, sebagai penyambung spiritualitas masyarakat, sekaligus melestarikan budaya adat yang indah dan lestari hingga kini.
Thuy Trang
[iklan_2]
Sumber: https://baophutho.vn/tuc-gia-banh-giay-lang-truc-phe-227452.htm
Komentar (0)