![]() |
Tuchel mengirimkan pesan yang kuat terkait Bellingham. |
Jude Bellingham pernah menjadi sosok yang tak tergantikan dalam skuad Inggris di bawah Gareth Southgate. Namun, banyak hal telah berubah sejak Thomas Tuchel mengambil alih kepemimpinan The Three Lions.
Menjelang Piala Dunia 2026, ahli strategi asal Jerman itu secara mengejutkan menyatakan bahwa gelandang Real Madrid tersebut masih harus bersaing untuk mendapatkan tempat di tim inti seperti pemain lainnya. Pernyataan ini langsung menarik perhatian karena Bellingham telah lama dianggap sebagai salah satu bintang terbesar di sepak bola Inggris.
"Saat ini, ada sekitar 14 atau 15 pemain yang mampu menjadi starter, dan Jude adalah salah satunya," tegas Tuchel.
Pesan itu menyiratkan bahwa tidak ada yang dijamin mendapat tempat di skuad Inggris, bahkan pemain yang pernah dianggap sentral dalam proyek jangka panjang sekalipun.
Di bawah asuhan Tuchel, Bellingham menjadi starter dalam empat pertandingan dan masuk sebagai pemain pengganti sebanyak tiga kali. Sementara itu, Morgan Rogers muncul sebagai salah satu pemain yang sangat dipercaya oleh pelatih asal Jerman tersebut. Gelandang Aston Villa itu tampil dalam 12 dari 13 pertandingan Inggris sejak awal tahun 2025.
Hubungan antara Tuchel dan Bellingham juga sering menjadi topik di media Inggris. Setelah kekalahan tahun lalu dari Senegal, Tuchel secara terbuka mengkritik perilaku bintang Real Madrid itu di lapangan, meskipun ia kemudian meminta maaf.
![]() |
Bellingham harus bersaing untuk mendapatkan tempat di tim inti pada Piala Dunia 2026. |
Pada November lalu, ahli strategi Jerman ituさらに menyatakan bahwa ia akan meninjau perilaku Bellingham setelah menggantinya selama pertandingan melawan Albania.
Namun, tidak semuanya negatif. Dalam kemenangan 1-0 melawan Selandia Baru akhir pekan lalu, Bellingham masuk sebagai pemain pengganti tetapi tetap diberi ban kapten. Setelah pertandingan, Tuchel memuji semangat juang dan energi yang ditunjukkan gelandang berusia 22 tahun itu.
Kontradiksi inilah yang menjadikan Bellingham salah satu kisah paling terkenal di Inggris menjelang Piala Dunia. Ia tetap menjadi bintang kunci bagi "Three Lions," tetapi ia tidak lagi berada di posisi tak tergantikan seperti dulu.
Bagi Tuchel, reputasi tidak menjamin posisi sebagai pemain inti. Dan Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung baginya untuk membuktikannya.
Sumber: https://znews.vn/tuchel-pha-bo-dac-quyen-cua-bellingham-post1658086.html































































