Pihak berwenang Korea Selatan memerintahkan penahanan sementara YouTuber Kim Se Ui pada 26 Mei karena menyebarkan informasi palsu yang bertujuan untuk mencemarkan nama baik Kim Soo Hyun. Pemilik saluran Garo Sero Institute ini juga menghadapi serangkaian tuduhan serius lainnya, termasuk pelanggaran undang-undang tentang tindak pidana seksual, pemerasan, dan pengancaman terhadap orang lain. Hakim memerintahkan penangkapan tersebut berdasarkan risiko bahwa tersangka mungkin melarikan diri atau menghancurkan bukti, meskipun ia berulang kali menyatakan tidak bersalah.
Setelah tindakan hukum yang menentukan, Gold Medalist, perusahaan manajemen, dengan cepat mengeluarkan pernyataan yang membela artisnya. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa semua informasi negatif yang disebarkan oleh YouTuber Kim sama sekali tidak berdasar. Secara khusus, log obrolan KakaoTalk dari konferensi pers tahun 2025 yang menyebabkan kegemparan publik telah dipastikan dimanipulasi secara canggih. Lebih lanjut, para penyelidik menemukan bahwa tersangka menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk meniru suara mendiang aktris Kim Sae Ron untuk menipu publik.

Perwakilan dari Gold Medalist menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak berwenang karena telah mengklarifikasi masalah ini dengan bukti yang paling objektif. Sepanjang periode panjang tuduhan palsu tersebut, pemeran utama pria "Queen of Tears" secara konsisten berupaya membuktikan ketidakbersalahannya melalui jalur hukum. Ia dengan tegas menyatakan bahwa ia akan mencari keadilan sendiri daripada memaksa penonton untuk mempercayainya begitu saja. Akibatnya, sebagian penggemar mulai angkat bicara untuk membela Kim Soo Hyun, menuntut hukuman yang sesuai bagi mereka yang menggunakan berita palsu untuk merusak reputasi orang lain, dan menganggap ini sebagai preseden untuk membersihkan lingkungan media sosial.
Kim Soo Hyun tengah dilanda krisis opini publik.
Insiden mengejutkan ini bermula pada tahun 2025 ketika seseorang yang mengaku sebagai kerabat Kim Sae Ron muncul di program Institut Garo Sero dan menuduh kedua aktor tersebut berpacaran dari tahun 2015 hingga 2021. Yang perlu diperhatikan, orang ini menuduh Kim Soo Hyun telah melakukan manipulasi psikologis terhadap aktris tersebut ketika ia masih berusia di bawah 18 tahun. Meskipun aktor tersebut mengajukan gugatan pencemaran nama baik dan mengklarifikasi bahwa hubungan tersebut baru terjalin ketika aktris tersebut sudah dewasa, opini publik terus menghakiminya.
Meskipun hukum kini telah membuktikan Kim Soo Hyun tidak bersalah, kemarahan di kalangan sebagian penonton Korea Selatan terus berlanjut di forum-forum online. Mereka berpendapat bahwa aktor kelahiran 1988 itu tidak dapat lepas dari tanggung jawab moral atas keterlibatannya dalam hubungan dengan seorang wanita muda yang meninggal di usia sangat muda, meskipun ada perbedaan usia 12 tahun di antara mereka. Unsur emosional berupa duka cita atas kematian orang yang dicintai telah mendorong cerita ini melampaui batas-batas hukum, menjadikannya topik sensitif yang menyentuh budaya idola yang ketat. Banyak komentar menegaskan bahwa pembebasan tidak secara otomatis menjamin pengampunan publik sepenuhnya.
Skandal tersebut menyapu bersih semua pencapaian gemilang Kim Soo Hyun. Dari salah satu bintang dengan bayaran tertinggi di Asia, ia ditinggalkan oleh banyak merek, dan proyek filmnya ditunda tanpa batas waktu. Perkiraan jutaan dolar sebagai kompensasi atas kontrak iklan yang batal sangat membebani pundak sang aktor. Kembalinya ke layar kaca masih belum pasti, tanpa rencana comeback yang diumumkan. Para ahli percaya bahwa ia akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkan reputasinya yang rusak dan secara bertahap mendapatkan kembali kepercayaan penonton.
Sumber: https://danviet.vn/tuong-lai-mit-mo-cua-kim-soo-hyun-d1430781.html








Komentar (0)