Menghadapi tim putri U17 Australia yang secara fisik lebih unggul, tim putri U17 Vietnam memilih pendekatan hati-hati, bermain lambat untuk meminimalkan pengeluaran energi. Meskipun demikian, tim asuhan pelatih Okiyama Masahiko kebobolan dua gol di babak pertama setelah serangan cepat dari tim Australia.

Tim U17 putri Vietnam (kanan) menunjukkan usaha yang gigih melawan tim U17 putri Australia di perempat final kontinental (Foto: AFC).
Di babak kedua, "Golden Star Warriors" menyesuaikan taktik mereka, merebut kembali inisiatif dalam upaya mencetak gol. Tingkat penguasaan bola 45% menunjukkan bahwa para pemain muda Vietnam menciptakan permainan yang lebih seimbang di babak kedua. Namun, para penyerang seperti Nguyen Thi Minh Anh dan Le Thi Hong Thai tidak mampu menembus pertahanan solid lawan. Pada akhirnya, keunggulan 2-0 untuk tim U17 putri Australia tetap bertahan hingga akhir pertandingan.
Dengan hasil ini, tim U17 putri Australia terus menegaskan posisi terdepannya di Asia Tenggara. Setelah memenangkan kejuaraan regional pada tahun 2025, tim Australia menjadi perwakilan pertama dari Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) yang lolos ke Piala Dunia U17 Putri.
Dari sisi timnas putri Vietnam "Golden Star Warriors," yang menghadapi lawan-lawan kuat seperti Tiongkok dan Australia, tim asuhan pelatih Okiyama Masahiko menunjukkan semangat juang yang gigih dan berupaya menjaga kekompakan tim. Pencapaian peringkat ketiga di kawasan dan delapan besar di Asia memberikan dasar bagi para penggemar Vietnam untuk menaruh harapan tinggi pada perkembangan generasi pemain ini di masa depan.
Sumber: https://nld.com.vn/u17-nu-viet-nam-lo-hen-world-cup-196260511204840118.htm








Komentar (0)