Presiden Zelensky mengatakan Ukraina membutuhkan 50 sistem rudal pertahanan udara Patriot untuk melindungi kota-kota dan unit-unit di garis depan.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Wall Street Journal pada 3 Juni, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya menginginkan Barat untuk menyediakan lebih banyak senjata untuk serangan balasan yang akan datang. "Kami menginginkan sesuatu yang spesifik dan kami tidak bisa menunggu berbulan-bulan," kata Zelensky.
Menurut Zelensky, Ukraina membutuhkan lebih banyak rudal pertahanan udara Patriot untuk melindungi kota-kota dan unit militer di garis depan. Ukraina saat ini memiliki dua sistem Patriot, tetapi Zelensky menginginkan hingga 50 baterai karena itu adalah "satu-satunya sistem yang mampu mencegat beberapa rudal canggih Rusia."
Setiap sistem Patriot lengkap mencakup kendaraan komando, stasiun radar untuk pengawasan dan pengendalian tembakan, generator listrik, stasiun komunikasi, dan 6-8 peluncur. Menurut perkiraan Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) yang berbasis di AS, setiap baterai Patriot berharga sekitar $1,1 miliar.
Pengerahan sistem Patriot dalam sebuah baterai membutuhkan 50-60 tentara. Setelah dikerahkan, satu-satunya komponen yang membutuhkan pengoperasian manusia adalah menara pengendali tembakan dengan awak tiga orang. Namun, Patriot masih membutuhkan 20-30 orang untuk pengoperasian dan pemeliharaan rutin.
Peluncur rudal Patriot dikerahkan oleh Angkatan Darat AS di Kroasia pada Mei 2021. Foto: Angkatan Darat AS
Presiden Zelensky juga menyatakan bahwa Ukraina siap melancarkan serangan balasan dan "sangat yakin akan kemenangan," tetapi mengakui bahwa hal ini bisa memakan waktu lama dan menelan biaya yang tinggi.
Zelensky juga mengakui keunggulan udara Rusia di garis depan dan memperingatkan bahwa tanpa pertahanan udara, "sejumlah besar tentara Ukraina akan tewas dalam serangan balasan."
Baru-baru ini, Rusia telah meningkatkan penggunaan rudal dan pesawat tanpa awak (UAV) untuk menyerang target-target Ukraina. Para ahli Barat meyakini bahwa ini adalah upaya Rusia untuk menetralisir sistem pertahanan udara Ukraina, khususnya sistem Patriot, dan untuk mengurangi amunisi anti-pesawatnya dengan memaksa Ukraina untuk terus menerus menembakkan rudal mahal untuk melawan UAV atau rudal yang lebih murah.
Pada 16 Mei, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan penghancuran sistem pertahanan udara Patriot yang dikerahkan Ukraina di Kyiv. Militer Ukraina kemudian mendesak publik "untuk tidak khawatir tentang nasib Patriot." Seorang pejabat AS menyatakan bahwa sistem Patriot di Kyiv mungkin telah rusak, tetapi tidak hancur, setelah serangan Rusia.
Patriot adalah rudal pertahanan udara yang dikembangkan oleh Amerika Serikat dan telah digunakan oleh militer AS sejak tahun 1981. Varian Patriot PAC-2 dapat mengenai target yang berjarak lebih dari 96 km dan terbang pada ketinggian lebih dari 32.000 m, menurut Badan Pertahanan Rudal AS.
Varian terbaru dalam keluarga Patriot adalah PAC-3, yang mampu menghancurkan ancaman udara seperti jet tempur, kendaraan udara tak berawak (UAV), rudal jelajah, dan rudal balistik.
Kemampuan pertahanan udara sistem rudal Patriot AS. Klik untuk melihat detailnya.
Nguyen Tien (Menurut WSJ, RT )
Tautan sumber






Komentar (0)