Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Ukraina berada dalam posisi militer yang sulit.

Báo Thanh niênBáo Thanh niên10/02/2025

Ukraina menghadapi kemajuan Rusia di timur sekaligus berisiko mengalami pemotongan bantuan militer AS.


Rusia sedang maju di Donbass.

Militer Ukraina mengumumkan kemarin (10 Februari) bahwa Rusia telah melancarkan gelombang serangan baru menggunakan puluhan pesawat tanpa awak (UAV) yang menargetkan ibu kota Kyiv dan provinsi perbatasan Sumy. Serangan UAV Rusia ini terjadi hampir setiap hari seiring pasukan Moskow maju di Ukraina timur di tengah pengetatan bantuan kepada Kyiv oleh mitra terbesarnya, Amerika Serikat.

Rusia merilis gambar tank-tank Ukraina yang hancur dalam serangan terbaru di Kursk.

Menurut laporan tanggal 10 Februari oleh Institute for the Study of War (ISW, AS), pasukan Rusia baru-baru ini semakin mendekati kota-kota Toretsk, Pokrovsk, dan Velyka Novosilka di provinsi Donetsk. Pasukan Rusia dilaporkan berfokus pada penguasaan seluruh wilayah Donbass, yang meliputi provinsi Luhansk dan Donetsk. Hampir seluruh Luhansk sudah berada di bawah kendali Rusia, dan meskipun masih ada kebuntuan di Donetsk, Moskow terus maju dan mengumumkan penaklukan pemukiman baru setiap minggunya.

Ukraine trong thế khó quân sự - ngoại giao- Ảnh 1.

Kebakaran yang terjadi setelah serangan di Sumy pada tanggal 10 Februari.

Sementara itu, di provinsi Kursk (Rusia), Apty Alaudinov, Wakil Direktur Direktorat Politik -Militer Angkatan Darat Rusia, menyatakan kemarin bahwa sebagian besar pasukan khusus Ukraina yang dikerahkan pada Agustus 2024 telah dimusnahkan, dan sekarang kekuatan inti terdiri dari pasukan wajib militer. Operasi Kursk bertujuan untuk mencegah Rusia melancarkan serangan baru di Ukraina selatan, dan wilayah yang direbut di sana akan berfungsi sebagai alat tawar-menawar bagi Kyiv dalam negosiasi di masa mendatang. Namun, wilayah Ukraina yang dikuasai di Kursk hanyalah sebagian kecil dari wilayah yang dikuasai Rusia di provinsi-provinsi dari Ukraina timur hingga selatan.

AS akan mengurangi bantuan.

Selain kerugian militer, Ukraina juga menghadapi tekanan diplomatik karena pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengadakan pembicaraan terpisah dengan Rusia mengenai konflik tersebut.

Trump mengklaim telah berbicara dengan Putin melalui telepon; bagaimana reaksi Kremlin?

Pada akhir pekan, Presiden Trump mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang langkah-langkah menuju solusi, menurut Reuters. Trump mengatakan ia sedang berusaha mengakhiri konflik dan "membuat kemajuan." Kremlin tidak mengkonfirmasi maupun membantah informasi tersebut, sementara Ukraina mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan menerima kesepakatan apa pun tanpa hal itu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menekankan bahwa mengakhiri permusuhan harus disertai dengan komitmen keamanan untuk Kyiv.

Minggu ini, delegasi Ukraina yang dipimpin oleh Bapak Zelensky akan menghadiri Konferensi Keamanan Munich (yang berlangsung pada tanggal 14-16 di Munich, Jerman), di mana mereka akan menyampaikan pandangan mereka tentang mengakhiri permusuhan dan komitmen keamanan.

Menurut AP, Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Utusan Khusus Presiden untuk Ukraina dan Rusia Keith Kellogg akan berada di Munich. Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Mike Waltz mengatakan bahwa dalam pertemuan-pertemuan minggu ini, pemerintahan AS akan memulai diskusi tentang penarikan sebagian bantuan ke Ukraina dan menyerukan agar Eropa memainkan peran yang lebih besar mulai sekarang.

"Presiden Trump akan mengakhiri konflik ini. Dalam hal komitmen keamanan, itu tentu akan bergantung pada pihak Eropa," kata Waltz, memperingatkan bahwa AS siap untuk memberlakukan tarif dan sanksi terhadap Rusia untuk memaksanya ke meja perundingan. Presiden Trump sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan pertemuan dengan Presiden Zelensky minggu ini.

Akankah presiden Tiongkok mengunjungi Rusia pada bulan Mei?

Kantor berita TASS mengutip Duta Besar Rusia untuk China, Igor Morgulov, kemarin yang mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping telah menerima undangan untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-80 Hari Kemenangan dalam Perang Patriotik Besar melawan Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Acara tersebut akan berlangsung di Moskow pada tanggal 9 Mei; namun, Beijing belum memberikan komentar mengenai informasi ini.



Sumber: https://thanhnien.vn/ukraine-trong-the-kho-quan-su-ngoai-giao-185250210214913715.htm

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Oh, Ao Dai...

Oh, Ao Dai...

Warna-warna Thu Thiem 2

Warna-warna Thu Thiem 2

Senyum Seorang Anak

Senyum Seorang Anak