Setelah dua kali bermain imbang melawan lawan yang berperingkat lebih rendah, Uruguay harus mengalahkan juara Eropa, Spanyol, untuk memiliki peluang lolos ke babak gugur.
Meskipun hanya unggul dua poin dari rival Amerika Selatan mereka, "La Roja" memiliki keunggulan signifikan baik dalam performa maupun moral menjelang pertandingan dimulai. Serangan mereka, yang sebelumnya tidak efektif melawan tim promosi Cape Verde, dengan cepat kembali ke performa terbaiknya dan menghancurkan Arab Saudi 4-0. Yang perlu diperhatikan, Nico Williams hampir pulih sepenuhnya dan siap untuk bermain sebagai starter dalam pertandingan mendatang melawan Uruguay.

Spanyol membutuhkan tiga poin melawan Uruguay untuk mempertahankan posisi puncak di Grup H (Foto: FIFA)
Dengan Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal di lini serang, pelatih Luis de la Fuente memiliki skuad terkuat yang tersedia. Oyarzabal, setelah menghadapi tekanan yang cukup besar di pertandingan pembuka, juga menyumbangkan dua gol dan satu assist, membantu Spanyol dengan mudah mengalahkan Arab Saudi.
Trio penyerang tim Spanyol saat ini menggabungkan kecepatan, teknik, dan kemampuan untuk menciptakan terobosan. Melawan pertahanan Uruguay yang seringkali rawan kesalahan, "La Roja" memiliki fondasi yang kokoh untuk mengamankan tiga poin penuh dan melaju ke Babak 16 Besar sebagai pemenang Grup H.
Sebaliknya, dua hasil imbang berturut-turut melawan Arab Saudi dan Tanjung Verde telah menempatkan Uruguay dalam posisi yang sangat sulit. Secara historis, tim Amerika Selatan ini belum pernah mengalahkan Spanyol, dan terakhir kali mereka tidak terkalahkan adalah lebih dari 31 tahun yang lalu.
Kesulitan semakin bertambah karena "La Celeste" akan kehilangan dua pemain berpengalaman, Ronald Araujo dan Giorgian de Arrascaeta, karena cedera. Ini akan menjadi pukulan besar bagi Uruguay, tim yang sudah kurang stabil dan belum memenangkan pertandingan sejak November 2025.
Darwin Nunez kemungkinan akan diberi tempat di tim inti, menggantikan Federico Vinas yang tampil kurang memuaskan dalam dua pertandingan terakhir. Namun, tidak ada jaminan bahwa mantan striker Liverpool itu dapat membuat perbedaan bagi Uruguay, terutama setelah musim yang mengecewakan di Al-Hilal.
Secara keseluruhan, semua keuntungan saat ini berpihak pada Spanyol. Namun, Uruguay tetap tak terkalahkan dalam pertandingan terakhir babak penyisihan grup Piala Dunia sejak 1986. Dengan mentalitas "tidak ada yang perlu dikhawatirkan", tim asuhan pelatih Marcelo Bielsa akan berjuang sekuat tenaga dan berharap dapat membuat sejarah melawan "La Roja".
Tanjung Verde memiliki kesempatan untuk lolos dari babak penyisihan grup dalam penampilan perdana mereka di Piala Dunia. Arab Saudi mungkin tidak sekuat Spanyol atau Uruguay, tetapi mereka tetap memiliki lebih banyak pengalaman daripada Tanjung Verde dalam kompetisi dunia.
Dengan hanya satu poin setelah dua pertandingan, Arab Saudi harus menang melawan perwakilan Afrika untuk menjaga harapan mereka lolos ke babak selanjutnya tetap hidup. Namun, jika mereka gagal menyeimbangkan serangan dan pertahanan, mereka akan membayar mahal melawan Tanjung Verde, yang tak terkalahkan dalam lima pertandingan berturut-turut.

Sumber: https://nld.com.vn/uruguay-truc-tran-dau-sinh-tu-196260625194857069.htm





























































