Menurut Neowin , sejak perilisan Windows 11 pada tahun 2021, dua istilah teknologi, Trusted Platform Module (TPM) dan Secure Boot, menjadi lebih umum. Awalnya, keduanya hanyalah persyaratan untuk menginstal sistem operasi baru. Namun, kepentingannya kini telah jauh melampaui itu, karena semakin banyak game populer, seperti Call of Duty , mengharuskan pemain untuk mengaktifkan fitur-fitur ini agar dapat menjalankan perangkat lunak anti-cheat.
Para pemain mungkin tidak dapat mengakses game tersebut karena dua fitur keamanan.
Masalahnya adalah TPM dan Secure Boot merupakan fitur tingkat rendah yang dikelola di BIOS/UEFI komputer, bukan di Windows. Hal ini membuat banyak gamer, terutama mereka yang kurang paham teknologi, bingung dan tidak yakin bagaimana cara mengaktifkannya.

Para gamer tidak dapat menjalankan game di Steam tanpa mengaktifkan TPM dan Secure Boot.
FOTO: TANGKAPAN LAYAR DARI BUSINESS INSIDER
Memahami kesulitan ini, Valve secara resmi menambahkan alat pengecekan langsung ke Steam. Secara spesifik, dalam pembaruan beta terbaru, pengguna dapat dengan mudah mengakses Bantuan > Informasi Sistem untuk melihat apakah TPM dan Secure Boot diaktifkan pada mesin mereka.
Meskipun Steam tidak akan memberikan petunjuk terperinci tentang cara mengaktifkan kedua fitur ini (karena prosesnya dapat bervariasi tergantung pada mesin dan motherboard), ini tetap merupakan perubahan yang sangat berharga. Ini membantu para gamer mendiagnosis masalah pada sistem mereka dengan cepat, alih-alih harus berjuang mencari tahu mengapa game favorit mereka tidak dapat diluncurkan.
Dalam pengumuman terkait, Valve mengkonfirmasi bahwa mereka akan secara resmi mengakhiri dukungan untuk versi 32-bit Windows 10 mulai 1 Januari 2026. Perusahaan merekomendasikan agar pengguna meningkatkan ke versi 64-bit Windows sesegera mungkin untuk memastikan pembaruan berkelanjutan dan pengalaman bermain game terbaik.
Sumber: https://thanhnien.vn/valve-am-tham-cap-nhat-steam-game-thu-gap-kho-185250926145850825.htm







Komentar (0)