Saya merasa seolah-olah bulan bersinar, menerangi kehidupan orang-orang ini, ketika membaca kumpulan cerita pendek "Mengirim Bulan ke Pegunungan" (Penerbit Thanh Nien, 2023) karya penulis Hoang Thi Hien.

Cahaya bulan yang digambarkan oleh gadis etnis Tay itu seolah berempati dengan orang-orang yang tinggal di hutan pegunungan, menyampaikan kecintaannya pada tanah air tempat ia dilahirkan, dibesarkan, dan memiliki ikatan yang mendalam.
Tanpa hiasan atau bahasa yang berbunga-bunga, cahaya bulan dengan sempurna menangkap kebahagiaan, penderitaan, kepedihan, kesedihan, dan kemalangan yang dialami oleh para tokoh dalam cerita. Cerita ini menggambarkan cinta sederhana antara May dan Xuan, yang digambarkan secara romantis oleh penulis melalui suara kecapi yang mempesona dan lagu-lagu rakyat yang memikat di bawah sinar bulan. Mereka tidak menyadari, bulan tidak dapat menerangi hati mereka; cinta mereka yang tampaknya abadi memudar seiring jarak dan waktu. Meskipun Xuan tidak dapat memenangkan hati May, ia menemukan kedamaian dalam jiwanya melalui upayanya untuk melestarikan dan melindungi identitas budaya kecapi dan lagu-lagu rakyat tanah kelahirannya, yang memikat hati banyak orang.
Selain para wanita yang bahagia dalam cinta dan menerima perhatian serta dukungan dari orang-orang terkasih mereka, seperti dalam "In-laws," pembaca juga menjumpai wanita yang tidak bahagia dalam kehidupan pernikahan mereka, di mana asap opium bertindak sebagai tali pengikat, menarik suami dan ayah mereka menjauh dari keluarga mereka, seperti Deng dalam "A Crescent Moon in Po Tu Village." Atau wanita yang suaminya sangat cemburu sehingga mereka pergi, seperti Thao dalam "The Empty Fields of Cranes," atau Ly dalam "The Unruffled Lake," yang menyembunyikan kesedihannya karena suaminya mandul.
Bulan yang terang itu juga menyinari kesedihan orang-orang yang diam-diam menanggung penderitaan emosional karena menyaksikan herbisida beracun secara tidak sengaja menyebabkan perkembangan otak anak-anak mereka tidak normal, yang mengakibatkan depresi pada istri mereka ("Awan di Ujung Langit"). Atau penderitaan karena menyaksikan kecanduan teman-teman masa kecil mereka ("Emas di Pegunungan"), dari situlah mereka memupuk ambisi besar untuk membangun tanah air yang makmur dan indah, untuk mengubah cara hidup dan pemikiran masyarakat di wilayah hutan pegunungan.
Membaca 23 cerita pendek dalam "Mengirim Bulan ke Pegunungan" seringkali meninggalkan perasaan berat, seiring dengan kesedihan para tokohnya. Namun, jalinan cerita yang terampil dengan akhir yang bahagia memungkinkan kita untuk melihat kehidupan membuka jalan yang lebih cerah bagi para tokoh. Bulan tidak hanya menerangi rasa sakit di sudut-sudut tersembunyi jiwa, tetapi juga bersinar pada kehidupan para tokoh yang mengatasi takdir mereka melalui kemauan keras, usaha, dan tekad yang teguh...
Dalam setiap cerita pendek Hien, pembaca selalu menemukan kehangatan dan kebaikan hati manusia. Hal ini tercermin dalam cara orang memperlakukan satu sama lain melalui tindakan perlindungan, kasih sayang, kepedulian, dan perhatian.
(Menurut hanoimoi.vn)
Sumber







Komentar (0)