Material yang lebih ringan dari udara kini dapat dicetak menggunakan printer 3D.
Aerogel grafena – material teringan di planet ini – telah berhasil dicetak 3D, mengantarkan era baru bagi teknologi material dan sejumlah aplikasi di masa depan.
Báo Khoa học và Đời sống•26/06/2025
Aerogel graphene 7,5 kali lebih ringan dari udara, dengan berat hanya 160 gram per meter kubik. Bahan ini dijuluki "asap beku" karena hampir transparan dan sangat ringan.
Meskipun lebih ringan dari udara, aerogel graphene tidak dapat terbang karena udara dapat menembus struktur berporinya.
Baru-baru ini, para ilmuwan Amerika berhasil mencetak material ultraringan ini menggunakan teknologi pencetakan 3D untuk pertama kalinya.
Proses ini menggunakan graphene oksida, air, dan media pendingin pada suhu -25°C untuk membuat lapisan-lapisan tersebut. Setelah dibekukan, air dipisahkan menggunakan nitrogen cair untuk mempertahankan strukturnya. Terakhir, oksigen dihilangkan dari material tersebut dengan pemanasan untuk mendapatkan aerogel grafena murni.
Aerogel grafena memiliki potensi besar untuk aplikasi dalam isolasi termal, penyaringan minyak, kedirgantaraan, dan bahkan teknologi siluman. Pembaca diundang untuk menonton video : TCL memperkenalkan pendingin ruangan yang membersihkan diri sendiri dan dilengkapi dengan teknologi canggih dengan harga di bawah 10 juta VND.
Komentar (0)