Menurut laporan Wakil Menteri Keuangan Nguyen Duc Chi, per tanggal 20 Maret 2025, total modal Bank Pembangunan Vietnam (VDB) mencapai 203.075 miliar VND, sedikit meningkat dibandingkan akhir tahun 2024 tetapi masih mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2021. Dari jumlah tersebut, modal ekuitas sebesar 16.616 miliar VND, sedangkan sisanya merupakan modal yang dimobilisasi.
| Wakil Perdana Menteri Ho Duc Phuoc menilai bahwa VDB telah melakukan banyak upaya dan operasinya telah menunjukkan perubahan positif. |
Mengenai kredit yang belum dilunasi, per pertengahan Maret 2025, VDB mencatat saldo yang belum dilunasi sebesar VND 161.540 miliar. Yang perlu diperhatikan, aktivitas kredit investasi mencapai VND 38.380 miliar, menunjukkan dukungan kuat bank terhadap proyek-proyek utama. Sejak awal tahun saja, VDB telah menandatangani 31 kontrak kredit investasi baru dengan total pinjaman yang disetujui sebesar VND 12.243 miliar, dan telah mencairkan VND 3.137 miliar.
Salah satu hal yang menonjol dari VDB adalah upaya pemulihan pinjamannya. Dari akhir tahun 2021 hingga saat ini, bank tersebut telah memulihkan pokok pinjaman sebesar VND 33.676 miliar dan bunga sebesar VND 14.946 miliar, yang berkontribusi mengurangi tekanan piutang macet. Hingga saat ini, piutang macet VDB telah berkurang sebesar VND 22.015 miliar, setara dengan 43% dibandingkan tahun 2021.
Meskipun telah mencapai banyak hasil positif, menurut penilaian Wakil Perdana Menteri Ho Duc Phoc, VDB masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan operasi yang efisien dan pembangunan berkelanjutan. Salah satu isu terpenting adalah mendefinisikan dengan jelas model operasi masa depan bank tersebut. Menurut rencana restrukturisasi VDB untuk periode 2023-2027, pada tahun 2027, Pemerintah akan memutuskan apakah VDB akan terus beroperasi sebagai bank kebijakan atau bertransformasi menjadi bank komersial.
Selain itu, VDB juga perlu mengatasi kekurangan dalam mekanisme mobilisasi modal, manajemen risiko, dan peningkatan kapasitas keuangan. Pemulihan pinjaman, terutama piutang macet jangka panjang, tetap menjadi tantangan sulit yang harus diatasi secara menyeluruh oleh bank dalam periode mendatang.
Pada saat yang sama, Wakil Perdana Menteri meminta VDB untuk fokus pada pelaksanaan enam konten penting, termasuk: restrukturisasi aparatur organisasi; kegiatan pemberian pinjaman baru; penagihan pinjaman dan penanganan piutang macet; pengelolaan dan penggunaan modal investasi yang efektif untuk proyek-proyek utama; pelaksanaan kesimpulan inspeksi, audit, dan pemeriksaan; serta peningkatan efektivitas koordinasi dengan kementerian, sektor, daerah, dan lembaga terkait.
| Wakil Perdana Menteri Ho Duc Phoc mengadakan pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membahas situasi operasional dan rancangan Keputusan yang mengatur organisasi dan operasional Bank Pembangunan Vietnam (VDB). |
Selain itu, Wakil Perdana Menteri juga menekankan bahwa VDB perlu melakukan riset lebih lanjut mengenai bentuk-bentuk pinjaman baru, seperti pinjaman yang dipercayakan berdasarkan Resolusi 57-NQ/TW dari Politbiro, serta memanfaatkan dana ODA untuk memperluas operasinya.
Mereformasi model operasional VDB merupakan perhatian utama. Jika beralih ke model bank komersial, VDB dapat meningkatkan mobilisasi modal, memperluas kredit, dan beroperasi lebih efisien. Namun, hal ini juga menimbulkan banyak tantangan terkait kapasitas tata kelola, pengendalian risiko, dan daya saing pasar.
Sementara itu, jika terus beroperasi sebagai bank kebijakan, VDB membutuhkan kerangka hukum yang lebih jelas, terutama amandemen terhadap Undang-Undang tentang Pengelolaan dan Penggunaan Modal Negara yang Diinvestasikan pada Perusahaan Produksi dan Bisnis (UU 69/2014/QH13) untuk menciptakan kondisi agar bank dapat beroperasi lebih fleksibel dan efisien.
Mengingat tekanan dan tuntutan yang dihadapinya, VDB tidak punya banyak waktu lagi untuk ragu-ragu. Bank tersebut harus segera menerapkan langkah-langkah inovatif, mulai dari tata kelola perusahaan hingga pengembangan produk kredit, tidak hanya untuk mengatasi kesulitan yang ada saat ini tetapi juga untuk bergerak menuju model operasional yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Bank Pembangunan Vietnam berada di titik kritis, membutuhkan inovasi signifikan dalam pemikiran, mekanisme operasional, dan metode manajemen. Restrukturisasi ini tidak hanya akan membantu bank beroperasi lebih efisien tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara.
Dalam konteks ekonomi yang bergejolak, peran VDB (Bank Pembangunan Vietnam) menjadi semakin penting. Keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan, inovasi dalam pemikiran, dan peningkatan efisiensi manajemen akan menjadi kunci bagi pembangunan berkelanjutan bank dan posisinya yang terus menjadi pilar vital dalam sistem keuangan nasional.
Sumber: https://thoibaonganhang.vn/vdb-can-doi-moi-manh-me-de-phat-trien-ben-vung-161832.html






Komentar (0)