Mengapa kau pergi begitu lama? Mengapa kau tidak kembali?
Hutan pinus diterangi seperti lilin oleh sinar matahari yang miring.
Musim dingin berakhir, musim semi memudar. Januari…
Bunga forget-me-not mekar berwarna ungu di lereng-lereng hijau.
Pulanglah, sayangku. Kembalilah padaku.
Semangkuk sup bihun dengan kepiting itu masih tetap harum.
Secangkir kopi di sore hari yang berkabut
Aku merasakan secercah nostalgia, secercah kesedihan. Tapi tak ada air mata yang jatuh.
Sekumpulan burung terbang melintasi langit.
Tersesat dan terpisah, memanggil teman hanya untuk menemukan kehampaan di kejauhan.
Aku menunggumu sepanjang musim dingin.
Akhir musim semi, awal musim panas… Api di hatiku tetap tak padam.
Pergilah ke Da Lat. Kembalilah, sayangku!
Sumber







Komentar (0)