Selama beberapa generasi, masyarakat Muong tidak hanya menganggap gong sebagai alat musik, tetapi juga sebagai harta nasional. Suara gong yang bergema membawa serta aspirasi dan harapan untuk kehidupan yang makmur dan bahagia. Dan, sejak dahulu kala, gong telah menjadi "nutrisi spiritual" yang sangat diperlukan dalam kehidupan budaya dan keagamaan masyarakat Muong.
Gong merupakan ciri budaya unik dari masyarakat Muong di Ngoc Lac.
Kami tiba di desa Thuan Hoa, komune Quang Trung, pada suatu pagi musim semi. Di sepanjang jalan menuju rumah pengrajin gong Pham Vu Vuong, kami sudah bisa mendengar suara gong dan gendang yang bergema. Bersamaan dengan desiran angin di pegunungan, suara gong dan gendang semakin terdengar jelas, setiap dentuman mengundang kami masuk. Perasaan damai bercampur dengan kegembiraan menyelimuti kami...
Ketika membahas budaya masyarakat Muong, kita tidak dapat mengabaikan musik gong dan gendang. Ini adalah bentuk budaya yang unik dan memikat dari masyarakat Muong secara umum dan masyarakat Muong di Ngoc Lac secara khusus. Suara gong dan gendang selalu terkait erat dengan kehidupan, aktivitas, festival, dan ritual masyarakat. Di masa lalu, ketika populasi masih sedikit, suara gong dan gendang membantu masyarakat mengusir hewan liar. Ketika melawan penjajah asing, suara gong dan gendang menjadi kekuatan pendorong bagi masyarakat desa Muong untuk bangkit. Dan entah bagaimana, masyarakat Muong telah menghidupkan kembali gong dan gendang, menghubungkannya dengan musik, lagu, tarian, ritual, dan adat istiadat yang menjadi ciri khas kelompok etnis mereka. Akibatnya, suara-suara ini secara bertahap meresap ke seluruh desa, tertanam dalam setiap aspek kehidupan, dan menjadi bagian integral dari kehidupan setiap orang Muong.
Selama Tet (Tahun Baru Vietnam), gong dan gendang, disertai dengan ritual "Phuong Chuc" (berkah Buddha), membawa keberuntungan bagi setiap rumah tangga dan desa. Gong dan gendang menyambut kedatangan orang-orang dan mengucapkan selamat tinggal pada perjalanan mereka di alam duniawi. Mereka memberkati pengantin baru di hari pernikahan mereka; mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam festival dan bekerja di ladang; mengusir pertanda buruk; dan membawa harapan untuk kehidupan yang makmur dan bahagia.
Seniman terkemuka Pham Vu Vuong berbagi: “Bagi masyarakat etnis Muong, gong adalah benang penghubung antarmanusia. Dan lebih dari itu, gong adalah bahasa untuk berkomunikasi dengan langit, bumi, para dewa, dan leluhur untuk menyampaikan aspirasi mereka.”
Menurut Bapak Vuong, setiap gong dianggap sebagai aset berharga bagi setiap keluarga dan komunitas. Oleh karena itu, beliau selalu memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk melestarikan dan mengoleksinya. Hingga hari ini, beliau selalu bangga dengan koleksinya yang berharga: 20 gong yang secara rutin digunakan dalam kegiatan budaya dan seni, festival, dan acara-acara besar di daerah tersebut.
Dari generasi ke generasi, gong tetap tertanam kuat dalam kesadaran, kehidupan budaya, dan kepercayaan masyarakat Muong. Yang lebih menggembirakan adalah meningkatnya kesadaran di kalangan masyarakat Muong tentang peran dan nilai gong. Dari muda hingga tua, laki-laki dan perempuan, semua orang bekerja sama untuk melestarikan dan mempromosikan nilai gong.
Kecintaan pada gong dan kegembiraan ketika suaranya bergema tidak hanya terlihat pada wajah berseri dan ceria pria Muong ini, yang kini berusia lebih dari 80 tahun, tetapi juga merupakan kegembiraan bersama, sumber kebanggaan, dan tanggung jawab bagi masyarakat Muong.
Ibu Truong Thi Phi dari komune Quang Trung, anggota lama Klub Budaya Rakyat Etnis Ngoc Lac Muong, mengatakan: “Sebelumnya, cukup sulit untuk mengajak orang bergabung dengan klub. Tetapi sekarang, semua orang memahami peran gong dan nilai-nilai budaya lainnya, sehingga mereka berpartisipasi dengan sangat aktif. Semua orang senang berpartisipasi dalam pertunjukan gong. Banyak keluarga ikut serta dalam latihan, dan semakin banyak anak-anak yang menyukai dan berpartisipasi dalam kegiatan budaya rakyat.”
Berbicara dengan anggota Klub Budaya Rakyat Etnis Muong Ngoc Lac, kami memahami betapa besarnya kecintaan mereka terhadap gong dan budaya etnis mereka. Berkat kecintaan dan dedikasi mereka, budaya gong Muong di Ngoc Lac telah bergema jauh melampaui batas geografis pegunungan dan hutan.
Berbicara tentang budaya gong, Pham Dinh Cuong, Kepala Dinas Kebudayaan dan Informasi Distrik Ngoc Lac, mengatakan: “Melalui proses kerja keras, kreativitas, dan pewarisan dari banyak generasi, gong kini telah menjadi warisan budaya yang khas, berakar kuat dalam identitas etnis, dan menjadi jangkar spiritual bagi masyarakat Muong. Untuk melestarikan dan mempromosikan nilai budaya gong, komite Partai, pemerintah, dan masyarakat Ngoc Lac telah aktif melaksanakan banyak kegiatan untuk menciptakan lahan subur bagi gong. Berkat hal ini, suara gong terus bergema dalam kesadaran dan kehidupan masyarakat, menjadi kekuatan pendorong untuk mempromosikan pembangunan sosial -ekonomi daerah.”
Teks dan foto: Quynh Chi
Sumber






Komentar (0)