Beberapa orang bahkan mengeluh bahwa suhu semakin panas di malam hari, meskipun pendingin ruangan menyala tanpa henti.
Mengapa ruangan ini masih panas padahal saya menyalakan AC sepanjang malam?
Penyebabnya bukan hanya AC; hal itu juga berasal dari ruangan itu sendiri, cuaca, dan bahkan kebiasaan penggunaan yang sangat umum.
Pendingin ruangan tidak menciptakan "udara dingin tanpa batas."
Banyak orang berpikir bahwa hanya dengan menyalakan AC akan mendinginkan ruangan terlepas dari seberapa panasnya di luar. Namun kenyataannya, AC hanyalah alat penghantar panas: ia menyerap panas dari ruangan dan membuangnya. Ketika terlalu banyak panas dari luar masuk, AC mungkin akan terus beroperasi tetapi tetap tidak mampu mengatasinya.

Mengapa ruangan masih terasa panas meskipun AC menyala sepanjang malam? (Gambar: Sortedelectrical)
Selama gelombang panas ekstrem, suhu di luar ruangan dapat melebihi 40 derajat Celcius. Atap, dinding beton, dan jendela kaca menyerap panas sepanjang hari. Bahkan di malam hari, mereka terus memancarkan panas kembali ke dalam ruangan, bertindak seperti "pemanas" raksasa.
Rumah menghadap barat - "musuh" pendingin ruangan.
Ini adalah masalah yang sangat umum di daerah perkotaan seperti Hanoi atau Kota Ho Chi Minh. Rumah-rumah yang menghadap ke barat sering menerima sinar matahari langsung dari siang hingga sore hari, menyebabkan dinding dan jendela menahan banyak panas. Bahkan setelah matahari terbenam, dinding tetap sangat panas, dan panas terus berpindah ke dalam ruangan selama berjam-jam. Banyak orang melaporkan menyentuh dinding atau langit-langit di malam hari dan masih merasakan panas yang menyengat.
Dalam hal ini, pendingin ruangan harus terus-menerus melawan panas yang dipancarkan, sehingga sulit bagi ruangan untuk mendingin dengan baik.
Ruangan ini terlalu kedap udara tetapi tidak mampu menghilangkan panas dengan baik.
Secara paradoks, meskipun ruangan tertutup membantu menjaga suhu tetap sejuk, penumpukan panas yang berlebihan dapat dengan mudah menyebabkan pengap. Misalnya, ruangan kecil dengan banyak peralatan, banyak orang, dan sirkulasi udara yang buruk akan menyebabkan kadar CO2 meningkat, membuat udara menjadi pengap dan menimbulkan perasaan "kesulitan bernapas bahkan dengan pendingin ruangan."
Inilah mengapa banyak orang mengeluh bahwa AC menyala tetapi mereka tetap merasa tidak nyaman.
Pendingin udara kotor atau dayanya rendah.
Dalam banyak kasus, alasan mengapa ruangan tetap panas meskipun AC telah dinyalakan sepanjang malam sangat sederhana:
- Filternya terlalu kotor.
- Unit luar ruangan tertutup debu.
- Bahan bakar rendah
- Mesin itu sudah tua dan rusak.
Pada titik itu, kapasitas pertukaran panas menurun tajam; mesin berjalan terus menerus tetapi tidak efisien.
Selain itu, banyak keluarga memasang AC dengan kapasitas yang tidak sesuai, sehingga meskipun AC dinyalakan sepanjang malam, ruangan tetap panas. Misalnya, jika sebuah ruangan besar, memiliki langit-langit tinggi, dan banyak jendela, tetapi menggunakan AC berkapasitas kecil, AC hampir pasti akan kehabisan tenaga pada hari-hari yang sangat panas.
Mengapa suhu menjadi lebih panas saat malam tiba?
Mungkin terdengar tidak logis karena suhu luar ruangan biasanya turun di malam hari. Namun, banyak orang masih merasa semakin pengap seiring berjalannya malam, dengan panas yang menumpuk di kamar mereka dalam waktu yang lebih lama, menyebabkan tidur gelisah meskipun AC menyala sepanjang malam. Alasannya adalah:
Beton dan bahan atap melepaskan panas dengan sangat lambat.
- Efek pulau panas perkotaan menyebabkan kota-kota tetap panas hingga malam hari.
Di kompleks apartemen yang padat penduduk, panas dari ribuan unit pendingin udara, beton, aspal, dan kaca bergabung menciptakan "selimut panas" yang menyelimuti area perumahan.
Menyetel suhu terlalu rendah terkadang bisa menjadi kontraproduktif.
Banyak orang punya kebiasaan menurunkan suhu AC ke 16-18 derajat Celcius begitu sampai di rumah, tetapi ini tidak mendinginkan ruangan secepat yang banyak orang kira.
Pendingin ruangan rumah tangga mendinginkan ruangan dengan kapasitas tetap; menurunkan kapasitasnya saja tidak berarti ruangan akan mendingin lebih cepat. Sebaliknya, membebani mesin secara berlebihan akan membuang listrik, membuat ruangan cepat kering, dan dapat menyebabkan pengguna merasa lelah dan sakit kepala.

Banyak keluarga memasang AC dengan kapasitas yang tidak sesuai, sehingga mereka membiarkan AC menyala dalam waktu lama tetapi ruangan tetap panas.
Dalam banyak kasus, menjaga suhu sekitar 26–28 derajat Celcius dikombinasikan dengan kipas angin akan lebih nyaman.
Hal-hal yang secara diam-diam membuat ruangan menjadi lebih panas.
Banyak orang tidak menyadari bahwa ada banyak "sumber panas" di dalam ruangan, seperti komputer, TV, kulkas mini, lampu, kompor listrik, dan pengisi daya baterai.
Bahkan tubuh manusia pun memancarkan panas. Semakin banyak orang di dalam ruangan, semakin cepat ruangan tersebut menjadi panas dan pengap. Inilah sebabnya mengapa kamar tidur kecil dengan banyak orang seringkali sangat tidak nyaman di malam hari.
Mengapa saya masih berkeringat meskipun tidur dengan AC menyala?
Beberapa penyebab umum meliputi: kelembapan yang terlalu tinggi; alas tidur yang menahan panas; ventilasi ruangan yang buruk; pendingin udara yang tidak stabil; dan penumpukan panas di dinding/langit-langit.
Selain itu, jika Anda menyalakan AC lalu menutupi diri dengan selimut tebal, atau jika ruangan terlalu pengap, hal itu dapat dengan mudah menimbulkan perasaan pengap, panas, dan tidak nyaman.
Apa yang bisa saya lakukan agar ruangan terasa lebih sejuk tanpa menurunkan suhu AC terlalu rendah?
Beberapa metode jauh lebih efektif daripada sekadar menurunkan suhu sebesar 20 derajat:
- Batasi panas dari luar: Pasang lapisan isolasi panas, gunakan tirai penahan sinar matahari, beri naungan pada jendela, dan tanam pohon untuk menciptakan keteduhan.
- Kurangi penumpukan panas: Buka jendela untuk ventilasi di pagi hari atau larut malam, dan hindari menyalakan banyak peralatan listrik yang tidak perlu.
- Meningkatkan efisiensi pendinginan: Bersihkan AC secara teratur, gunakan kipas untuk mengalirkan udara dingin, dan tutup pintu saat AC dinyalakan.
Pendingin ruangan tidak dapat sepenuhnya "mengalahkan" panas ekstrem. Pada hari-hari ketika suhu luar ruangan mencapai 40 derajat Celcius, banyak rumah di perkotaan menyerupai "blok beton raksasa yang memerangkap panas." Pada saat-saat seperti itu, pendingin ruangan bukan lagi sekadar alat pendingin, tetapi hampir terus-menerus "berjuang" melawan sejumlah besar panas dari lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, perasaan bahwa meskipun AC menyala sepanjang malam tetapi ruangan tetap terasa panas, belum tentu karena Anda "tahan panas," tetapi terkadang itu karena ruangan tersebut sebenarnya menyimpan panas dengan sangat baik.
Sumber: https://vtcnews.vn/vi-sao-bat-dieu-hoa-ca-dem-ma-phong-van-nong-ar1019856.html








Komentar (0)