Menurut sebuah artikel di situs web Institut Kedokteran Terapan Vietnam, perubahan berat badan harian bergantung pada banyak faktor, termasuk diet, olahraga, istirahat, dan cara Anda menimbang badan. Keseimbangan antara asupan energi (makan, minum) dan pengeluaran energi (membakar kalori tersebut) adalah alasan mengapa berat badan Anda berfluktuasi dan berubah dalam satu hari. Jika Anda mengonsumsi lebih banyak daripada yang Anda bakar, Anda akan langsung bertambah berat badan.
Cara Anda menimbang badan juga memengaruhi hasilnya, seperti posisi timbangan yang rata, postur tubuh saat menimbang (berat badan terdistribusi merata di kedua kaki), dan pakaian yang Anda kenakan. Faktor-faktor ini harus konsisten di setiap penimbangan; jika tidak, angka yang didapat akan bervariasi.
Pagi hari biasanya adalah waktu terbaik untuk mendapatkan hasil yang paling akurat. Anda sudah cukup tidur dan mungkin belum makan banyak. Namun, seiring berjalannya hari, berat badan Anda akan mencapai puncaknya setelah makan besar.
Beberapa atlet dapat kehilangan 6% hingga 10% berat badan mereka setelah berolahraga (sebagian besar karena berkeringat). Perubahan Anda mungkin tidak sedramatis itu, tetapi kehilangan satu atau dua kilogram setelah sesi latihan di gym bukanlah hal yang tidak biasa.
Banyak obat-obatan, termasuk obat antiinflamasi, antihistamin, dan opioid, dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat. Obat-obatan lain, seperti insulin, antidepresan, dan beberapa obat antiepilepsi, dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang cepat. Anda harus selalu bertanya kepada dokter Anda tentang efek samping obat-obatan yang Anda konsumsi, termasuk efek yang berkaitan dengan berat badan, baik untuk obat resep maupun obat bebas.
Berat badan kita saat menimbang di pagi hari tidak akan sama dengan berat badan kita saat menimbang di malam hari. (Gambar ilustrasi)
Sebuah artikel di situs web sistem perawatan kesehatan Vinmec juga menunjukkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan berat badan seseorang berfluktuasi sepanjang hari.
Minum air lebih banyak dari kebutuhan harian Anda juga dapat menyebabkan fluktuasi berat badan. Satu liter air beratnya sekitar 1 kilogram. Jika Anda hanya minum air dan tidak berolahraga, itu akan terlihat pada timbangan. Itu bukan berarti Anda harus berhenti minum air sama sekali. Anda perlu minum air yang cukup sepanjang hari. Selain itu, minum air (terutama air putih, bukan minuman manis dan berkalori tinggi) dapat membantu Anda menurunkan berat badan.
Minum terlalu sedikit air juga dapat menyebabkan penurunan berat badan secara tiba-tiba. Sekitar 55% hingga 75% tubuh Anda terdiri dari air. Kekurangan air dapat menyebabkan sakit kepala atau kulit kering. Jika Anda minum air jauh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan tubuh, Anda mungkin kesulitan berkonsentrasi. Anda juga dapat mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba jika Anda tidak minum cukup air untuk mengganti jumlah air yang hilang sepanjang hari, yang menyebabkan dehidrasi, dan akan terlihat pada timbangan.
Penelitian menunjukkan bahwa minum satu atau tiga cangkir kopi dapat membantu mengontrol berat badan. Kafein dapat membantu mengurangi nafsu makan atau membakar beberapa kalori. Namun, berhati-hatilah: jika kopi Anda mengandung tambahan gula, susu, atau krim, hal itu juga dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Penelitian menunjukkan bahwa jumlah tidur yang Anda dapatkan dapat memengaruhi berat badan Anda. Misalnya, setelah kurang tidur, Anda mungkin merasa lebih lapar dari biasanya. Hal ini dapat menyebabkan Anda makan lebih banyak dan lebih sering, yang mengakibatkan kenaikan berat badan di kemudian hari.
Sumber: https://vtcnews.vn/vi-sao-can-nang-thay-doi-trong-ngay-ar905377.html






Komentar (0)