
Semakin banyak wanita yang mengikuti kelas MMA - Foto: PTA
Apakah saya sebaiknya belajar memukul bola sambil berdiri atau bola yang dipukul dari lantai?
Sebelumnya, MMA sering dianggap sebagai "ranah" kaum pria, dengan pukulan dan lemparan yang kuat, tetapi pada kenyataannya, semakin banyak wanita yang beralih ke olahraga ini tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan mereka, tetapi juga untuk membekali diri dengan keterampilan bela diri dan membangun kepercayaan diri dalam hidup.
Jadi, dalam MMA, apa yang sebaiknya mulai dipelajari wanita agar sesuai dengan kemampuan fisik mereka dan memaksimalkan kekuatan unik mereka?
Pertama, sebagian besar instruktur menyarankan agar wanita membiasakan diri dengan Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ).
Seni bela diri ini menekankan teknik daripada kekuatan fisik semata. BJJ memungkinkan individu yang bertubuh kecil untuk meloloskan diri atau mengendalikan lawan menggunakan kuncian lengan, cekikan, tuas, dan kelenturan tubuh.

MMA melibatkan pelatihan dalam banyak keterampilan bertarung praktis - Foto: MTP
Banyak penelitian menunjukkan bahwa BJJ adalah seni bela diri yang relatif aman, dengan tingkat cedera yang lebih rendah daripada tinju atau MMA seluruh tubuh, namun sangat berguna dalam situasi pertarungan jarak dekat di kehidupan nyata.
Beberapa mahasiswi berbagi di forum internasional bahwa setelah hanya beberapa bulan berlatih BJJ, mereka menjadi jauh lebih percaya diri dan tidak lagi merasa takut ketika seseorang tiba-tiba menyentuh mereka, karena mereka selalu memiliki rencana reaksi yang siap di benak mereka.
Faktor inilah yang menjadikan BJJ dianggap sebagai "senjata kelembutan," sehingga sangat cocok untuk wanita yang ingin mempelajari seni bela diri untuk membela diri.
Selain teknik pukulan di lantai, pukulan juga merupakan dasar yang sangat penting. Banyak wanita memilih tinju dan Muay Thai untuk mengasah refleks mereka, meningkatkan stamina, dan memperbaiki kemampuan mereka untuk menjaga jarak.
Tinju menawarkan ketepatan dalam pukulan jab, cross, dan hook, sementara Muay Thai menambahkan siku, lutut, dan tendangan rendah, yang sangat efektif ketika perlu melepaskan diri dari cengkeraman langsung.
Di pusat kebugaran di Kota Ho Chi Minh dan Hanoi , jumlah siswi yang mengikuti kelas Muay Thai meningkat pesat, karena olahraga ini membantu menurunkan berat badan dan menjaga kebugaran tubuh, sekaligus memiliki banyak manfaat praktis.
Para pelatih sering mengajarkan siswi untuk fokus pada kecepatan, kelincahan, dan kemampuan observasi, daripada mencoba menghasilkan kekuatan fisik yang besar yang bukanlah keunggulan alami.
Setelah memiliki dasar yang kuat, banyak wanita kemudian mencoba gulat dan judo untuk menyempurnakan keterampilan menjatuhkan lawan.
Gulat menawarkan serangan langsung ke kaki lawan, membantu membawa pertandingan ke tanah dengan cepat, sementara Judo memanfaatkan momentum dan pusat gravitasi, mengubah kekuatan lawan menjadi keuntungan.
Teknik-teknik ini tidak memerlukan kekuatan otot yang signifikan, tetapi terutama bergantung pada ketangkasan dan perhitungan, sehingga sangat cocok untuk bentuk tubuh wanita.
Beberapa petarung wanita terkenal di dunia , seperti Miesha Tate, telah mengembangkan gaya bertarung yang khas dengan menggabungkan BJJ dan Judo, menciptakan gaya bertarung berorientasi kontrol yang efektif.
Meningkatkan kepercayaan diri wanita.
Namun, MMA bukan hanya tentang teknik bertarung. Bagi banyak wanita, nilai terbesar yang ditawarkan olahraga ini adalah kepercayaan diri dan pengendalian mental.
Bahkan sesi latihan tanding ringan di ring sudah cukup untuk membiasakan mereka dengan tekanan, rasa takut, dan bagaimana bereaksi terhadap situasi yang tak terduga.
Banyak orang melaporkan bahwa setelah berlatih seni bela diri, mereka menjadi lebih tenang dalam menangani tugas sehari-hari, lebih tegas dalam berkomunikasi, dan terutama tidak lagi merasa pasif ketika harus bekerja lembur atau menghadapi potensi bahaya.

Wanita dapat membangun kepercayaan diri di MMA - Foto: UFC
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Women in Sport and Physical Activity mencatat bahwa wanita yang berpartisipasi dalam seni bela diri cenderung menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukan latihan di pusat kebugaran atau aerobik.
Mungkin panutan yang paling menginspirasi bagi wanita yang memasuki ring MMA adalah Ronda Rousey.
Berawal dari Judo dan memenangkan medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008, Rousey menjadi petarung wanita pertama yang memenangkan sabuk juara UFC, mengantarkan era baru bagi MMA wanita.
Perjalanannya, dari seorang atlet judo yang tinggal di dalam mobil karena kesulitan keuangan hingga menjadi bintang global, telah membuktikan bahwa teknik, keberanian, dan kemauan keras dapat membawa perempuan untuk menyamai, dan bahkan melampaui, laki-laki dalam banyak kasus.
Kisah Rousey juga menggambarkan pentingnya mempelajari seni bela diri dasar dan kemudian menggabungkannya dengan MMA untuk pengembangan holistik.
Di Vietnam, meskipun MMA masih relatif baru, banyak sasana di Kota Ho Chi Minh, Hanoi, dan Da Nang telah mulai menawarkan kelas khusus untuk wanita, dengan program pelatihan yang menggabungkan BJJ, tinju, dan Muay Thai.
Beberapa instruktur mengatakan bahwa kelas-kelas ini seringkali lebih berfokus pada pertahanan diri praktis: bagaimana cara melepaskan diri dari kait pengait, bagaimana cara melakukan serangan balik ketika diserang dari belakang, atau keterampilan untuk tetap tenang dan meminta bantuan.

MMA tidak terlalu sulit bagi wanita - Foto: TA
Akibatnya, MMA bukan lagi ranah eksklusif pria, tetapi secara bertahap menjadi alat untuk membantu wanita membangun kekuatan dan kepercayaan diri.
Oleh karena itu, jika wanita baru memulai, mereka harus memprioritaskan mempelajari BJJ dan tinju atau Muay Thai untuk membangun fondasi dalam bela diri dan kebugaran fisik secara keseluruhan.
Nantinya, setelah Anda lebih terbiasa, Anda dapat menambahkan Judo dan Gulat untuk lebih menyempurnakan kemampuan menjatuhkan dan mengendalikan lawan.
Yang lebih penting lagi, MMA bukan hanya tentang berkelahi, tetapi juga tentang mengembangkan karakter, kemauan, dan kepercayaan diri – kualitas yang sangat berharga dalam kehidupan modern.
MMA (Mixed Martial Arts) adalah olahraga bela diri modern yang menggabungkan berbagai gaya bela diri seperti Tinju, Muay Thai, Judo, Gulat, Taekwondo, dan Brazilian Jiu-Jitsu.
Di dalam ring, petarung dapat menggunakan pukulan, tendangan, serangan lutut, serangan siku, serta bantingan dan kuncian. Berasal dari AS pada tahun 1990-an dengan UFC, MMA dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan dianggap sebagai olahraga dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
MMA bukan hanya untuk kompetisi profesional; banyak orang juga mempraktikkannya untuk kebugaran, penurunan berat badan, bela diri, dan kepercayaan diri.
Sumber: https://tuoitre.vn/vi-sao-vo-mma-thu-hut-phai-nu-20250828131215936.htm








