Banyak pengguna sepeda motor pernah mengalami situasi di mana, saat hendak menyalakan motor untuk berangkat kerja di pagi hari, motor tidak mau menyala, lampu dasbor redup, atau kunci pintar mengalami kerusakan, meskipun motor tersebut relatif baru. Perlu dicatat, hal ini sering terjadi pada motor yang jarang digunakan, bukan pada motor yang dikendarai secara teratur setiap hari.
Faktanya, pada sepeda motor modern, terutama skuter yang menggunakan banyak perangkat elektronik, penggunaan yang jarang mungkin bukan cara paling efektif untuk "merawat" kendaraan. Sebaliknya, jika kendaraan dibiarkan tidak digunakan terlalu lama, baterai dapat mengalami penurunan kualitas lebih cepat dari biasanya.

Banyak pengguna bertanya-tanya mengapa sepeda motor yang jarang digunakan cepat kehabisan daya atau mengalami kerusakan baterai?
FOTO: BA HUNG
Pada prinsipnya, baterai pada sepeda motor tidak hanya memberi daya pada sistem starter tetapi juga memasok daya ke banyak perangkat listrik lainnya seperti speedometer elektronik, ECU, sistem injeksi bahan bakar elektronik, dan sistem kunci pintar. Bahkan ketika mesin mati, beberapa komponen tetap dalam mode siaga dan terus mengonsumsi sedikit daya.
Selain itu, baterai sendiri mengalami pengosongan daya sendiri seiring waktu. Ini mirip dengan bagaimana baterai ponsel kehilangan kapasitas setelah beberapa hari atau minggu meskipun tidak digunakan. Jika kendaraan diparkir terlalu lama, tegangan pada baterai akan secara bertahap menurun. Ketika tegangan tetap rendah untuk jangka waktu yang lama, kemampuan baterai untuk menyimpan dan mempertahankan daya juga menurun secara signifikan. Inilah juga mengapa banyak kendaraan yang tidak digunakan dalam waktu lama sering mengalami masalah saat menghidupkan mesin, sehingga memerlukan penghidupan dengan engkol atau penggantian baterai lebih cepat dari yang diharapkan.
Perlu dicatat, bukan hanya periode tidak aktif yang berkepanjangan; kebiasaan menggunakan kendaraan untuk jarak pendek secara terus menerus juga merupakan penyebab kerusakan baterai prematur. Banyak orang memiliki kebiasaan hanya mengemudi beberapa ratus meter untuk membeli bahan makanan, minum kopi, atau berkeliling di area lokal. Jarak pendek ini berarti sistem pengisian daya tidak memiliki cukup waktu untuk mengisi ulang daya yang dikonsumsi selama proses penyalaan.

Pada kenyataannya, sepeda motor yang jarang digunakan lebih mungkin mengalami masalah baterai dibandingkan dengan sepeda motor yang digunakan secara teratur.
FOTO: DINH TUYEN
Pada sepeda motor, setiap kali tombol starter ditekan, baterai harus memasok arus yang cukup besar ke motor starter. Setelah mesin menyala, sistem pengisian daya mulai mengkompensasi daya yang hilang. Namun, jika sepeda motor hanya berjalan beberapa menit sebelum dimatikan, jumlah daya yang diisi ulang seringkali tidak mencukupi. Situasi ini berulang berkali-kali, menyebabkan baterai terus-menerus kekurangan daya. Dalam jangka panjang, elektroda internal rentan terhadap "sulfasi" (pembentukan kristal sulfat yang mengurangi kemampuan baterai untuk menerima dan menyimpan daya). Bahkan dengan pengisian ulang, baterai mungkin tidak sepenuhnya pulih dan akan cepat kekurangan daya lagi.
Kesalahan umum lainnya yang sering dilakukan banyak pengguna adalah mengira bahwa hanya dengan membiarkan mesin menyala dalam keadaan diam selama beberapa menit sudah cukup untuk mengisi daya baterai. Pada kenyataannya, sistem pengisian daya kurang efisien saat mesin dalam keadaan diam dibandingkan saat kendaraan berjalan lancar di jalan. Oleh karena itu, hanya membiarkan mesin menyala dalam waktu singkat biasanya tidak banyak bermanfaat bagi baterai.
Selain penggunaan, kondisi cuaca di Vietnam juga berkontribusi pada percepatan degradasi baterai. Suhu lingkungan yang tinggi mempercepat reaksi kimia di dalam baterai, sehingga mempercepat proses penuaan. Jika kendaraan sering diparkir di bawah sinar matahari langsung atau di lingkungan yang panas, masa pakai baterai dapat berkurang secara signifikan.

Untuk memperpanjang masa pakai baterai, pengguna sebaiknya menjaga rutinitas mengemudi secara teratur.
FOTO: DINH TUYEN
Model skuter yang lebih baru lebih rentan terhadap masalah terkait baterai dibandingkan sepeda motor transmisi manual yang lebih tua. Hal ini karena skuter yang lebih baru dilengkapi dengan lebih banyak perangkat elektronik, termasuk kunci pintar, sistem injeksi bahan bakar elektronik, dan banyak sensor kontrol. Ketika tegangan baterai turun, kendaraan lebih mungkin mengalami masalah seperti kesulitan menghidupkan mesin, kesalahan sistem, atau pengoperasian kunci pintar yang tidak stabil.
Selain itu, pemasangan aksesori yang boros daya seperti lampu tambahan, klakson yang dimodifikasi, dashcam, atau pengisi daya telepon berdaya tinggi dapat membebani sistem kelistrikan jika tidak direncanakan dengan benar.
Menurut teknisi otomotif, untuk memperpanjang umur baterai, pengguna sebaiknya menjaga rutinitas mengemudi secara teratur daripada membiarkan kendaraan tidak digunakan terlalu lama. Jika jarang digunakan, disarankan untuk menghidupkan dan menjalankan kendaraan setidaknya selama 15-20 menit setiap minggu agar sistem pengisian daya memiliki cukup waktu untuk berfungsi. Selain itu, hindari mengemudi jarak pendek berulang kali, dan periksa sistem pengisian daya dan kondisi baterai secara teratur. Untuk kendaraan yang dibiarkan tidak digunakan dalam waktu lama, pengguna dapat melepaskan terminal negatif baterai atau menggunakan pengisi daya perawatan untuk mencegah penurunan tegangan lebih lanjut.
Sumber: https://thanhnien.vn/vi-sao-xe-may-it-di-lai-nhanh-hong-binh-ac-quy-185260522063548302.htm










Komentar (0)