Terdapat empat jenis sinus: sinus frontal, etmoid, sphenoid, dan maksilaris. Meskipun sinusitis tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius, penyakit ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan pekerjaan secara signifikan. Mengetahui cara mengatasinya dapat meminimalkan ketidaknyamanan dan mencegah kekambuhan .
Penyebab sinusitis
Ada banyak kemungkinan penyebab sinusitis:
- Infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan lain-lain.
- Disebabkan oleh alergi cuaca dan alergi terhadap zat asing lainnya.
- Terdapat tumor, kelebihan jaringan; septum hidung yang bengkok…
- Hambatan apa pun terhadap aliran udara masuk dan keluar dari sinus, yang mencegah drainase sekresi dengan benar, menyebabkan lubang sinus membengkak dan menyempit lebih lanjut, hampir sepenuhnya menghalangi saluran sinus.
- Penumpukan lendir menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi bakteri, serta beberapa jenis jamur, untuk tumbuh di dalam sinus.
- Reaksi alergi terhadap zat tertentu, seringkali bahan kimia atau makanan busuk, menyebabkan edema mukosa hidung, yang mengakibatkan penyumbatan lubang sinus dan infeksi. Sistem kekebalan tubuh yang lemah, daya tahan terhadap bakteri yang tidak memadai, mukosa pernapasan yang lemah, dan disfungsi sistem saraf otonom juga dapat berkontribusi.
- Dalam beberapa kasus, sinusitis merupakan akibat dari kerusakan gigi atau infeksi pada gigi bagian atas. Hal ini juga dapat terjadi setelah trauma yang merusak mukosa sinus.
Sinus adalah rongga berongga berisi udara yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi.
Mencegah dan mengurangi kekambuhan sinusitis.
Penderita sinusitis mengalami nyeri spesifik: nyeri di atas rongga mata, di satu sisi, terjadi dua kali sehari; nyeri secara bertahap meningkat dari pagi hingga siang hari, mencapai puncaknya saat hidung mengeluarkan banyak nanah, sinus kosong, dan nyeri mereda, hanya untuk muncul kembali di sore hari. Terkadang disertai dengan keluarnya air mata, nyeri saat menggerakkan mata, peningkatan sensitivitas kulit di area sinus (terasa nyeri saat disentuh), dan nyeri tajam saat menekan saraf supraorbital di sudut dalam atas rongga mata.
Saat menderita sinusitis, selain gejala seperti hidung tersumbat dan berlendir, pasien juga mengalami sakit kepala yang terus-menerus.
Untuk mengobati dan mencegah penyakit, sangat penting untuk memahami penyebab-penyebabnya agar dapat mencegahnya secara efektif.
Hal-hal yang dapat dilakukan:
- Penting untuk menjaga agar udara di dalam rumah, terutama di kamar tidur, tetap berventilasi baik.
- Di musim dingin, Anda sebaiknya menggunakan pelembap udara untuk mencegah udara menjadi terlalu kering.
- Tingkatkan kekebalan tubuh Anda: Konsumsi makanan sehat, termasuk banyak buah dan sayuran, untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Selain itu, pasien harus berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
- Jaga kebersihan hidung dan sinus dengan baik: Gunakan larutan garam atau larutan garam fisiologis untuk menjaga kebersihan hidung dan sinus Anda.
- Obat pereda nyeri dan antiinflamasi dapat digunakan untuk mengurangi gejala sinusitis. Selain itu, metode alami seperti penguapan hidung dan pijat hidung serta sinus juga dapat membantu meringankan gejala sinusitis.
- Pengobatan kondisi terkait: Pengobatan kondisi terkait seperti asma, alergi, dan rinitis alergi, dll.
- Pakailah masker wajah saat keluar rumah.
- Sikat gigi setelah makan.
Saat menderita sinusitis, selain gejala seperti hidung tersumbat dan berlendir, pasien juga mengalami sakit kepala yang terus-menerus. (Gambar ilustrasi.)
Hal-hal yang perlu dibatasi:
- Batasi paparan alergen dan pemicu: Batasi paparan asap rokok, debu, bahan kimia, dan alergen lainnya.
- Penderita sinusitis sebaiknya menghindari alergen seperti asap rokok, uap bensin, parfum, debu, anjing, burung, dan kucing.
- Anda sebaiknya menghindari tubuh Anda, terutama dada dan tenggorokan, menjadi dingin.
- Pada saat yang sama, Anda sebaiknya menghindari penggunaan pembersih hidung yang mengandung alkohol atau zat iritan.
- Obat tetes hidung tidak boleh digunakan secara berlebihan. Jika digunakan terlalu sering atau dalam jangka waktu lama, bahkan beberapa kali sehari, efektivitasnya akan menurun setelah beberapa minggu penggunaan terus menerus. Lebih buruk lagi, obat ini dapat memiliki efek sebaliknya, memperburuk hidung tersumbat dan berpotensi menyebabkan rinitis, yang sangat sulit diobati. Selain itu, penggunaan obat tetes hidung jangka panjang dapat menyebabkan rinitis atrofi, perforasi septum, dan komplikasi lainnya.
Beberapa cara untuk meminimalkan risiko kekambuhan:
- Gunakan obat yang diresepkan sepenuhnya dan dengan benar: Sangat penting untuk menggunakan semua obat yang diresepkan oleh dokter Anda sepenuhnya dan dengan benar.
- Pertahankan gaya hidup sehat: Konsumsi makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur.
- Batasi merokok dan minum alkohol.
- Jagalah kebersihan hidung dan sinus Anda.
- Hindari paparan iritan: Hindari kontak dengan alergen dan iritan penyebab penyakit seperti asap rokok, debu, bahan kimia, dan iritan lainnya.
- Pembedahan: Jika pengobatan lain tidak efektif, pasien mungkin memerlukan pembedahan untuk meminimalkan risiko kekambuhan sinusitis.
Sumber






Komentar (0)