Prospek jangka panjang untuk peringkat kredit stabil, mencerminkan perkiraan bahwa ekonomi Vietnam akan berakselerasi selama 12 bulan ke depan, didorong oleh membaiknya permintaan global dan penyelesaian bertahap tantangan domestik Vietnam. Organisasi tersebut menyatakan bahwa peringkat kredit nasional mencerminkan prospek pertumbuhan ekonomi Vietnam yang kuat, tingkat utang pemerintah yang moderat, dan posisi eksternal yang umumnya stabil.

S&P Global Ratings memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam akan mencapai 5,8% pada tahun 2024, setelah melambat menjadi 5% pada tahun 2023. Vietnam tetap menjadi tujuan yang menarik bagi investasi asing, khususnya di sektor manufaktur, karena bisnis terus melakukan diversifikasi operasi mereka di seluruh wilayah. Siklus pertumbuhan industri semikonduktor kemungkinan akan mendorong pertumbuhan Vietnam pada tahun 2024 seiring dengan peningkatan ekspor dari sektor ini.
Di sektor jasa, pariwisata lintas batas pulih, dengan lonjakan wisatawan Tiongkok. Menurut Administrasi Pariwisata Nasional, jumlah total wisatawan ke Vietnam dalam lima bulan pertama tahun 2024 meningkat sebesar 165% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Permintaan domestik juga pulih, meskipun masih lebih lambat daripada pertumbuhan PDB. Investasi publik kemungkinan akan meningkat secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang, terutama dari anggaran negara.
Dalam 3-4 tahun ke depan, S&P Global Ratings memproyeksikan bahwa tingkat pertumbuhan PDB riil Vietnam akan kembali ke tren jangka panjangnya sebesar 6,5-7%. Menurut organisasi tersebut, meskipun pemulihan ekonomi Vietnam masih menghadapi beberapa risiko, prospek ekonominya tetap positif. Ekonomi semakin terdiversifikasi, dengan sektor manufaktur yang berkembang pesat, terutama didorong oleh investasi asing langsung (FDI). Vietnam merupakan tujuan FDI yang menarik di Asia Tenggara karena tenaga kerjanya yang muda, semakin berpendidikan, dan kompetitif, yang akan membantu mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.
S&P Global Ratings menilai Vietnam memiliki lingkungan makroekonomi yang stabil dan jaringan logistik berorientasi ekspor yang semakin canggih, sehingga sektor manufakturnya menarik bagi perusahaan global di industri elektronik, telepon seluler, dan tekstil. Sektor investasi asing langsung (FDI) terus mendorong aktivitas domestik, menawarkan peluang kerja yang lebih baik dan upah yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan pertumbuhan konsumsi pribadi.
Menurut S&P Global Ratings, aktivitas perdagangan telah meningkat secara signifikan sejak awal tahun 2024 menyusul peningkatan surplus neraca transaksi berjalan pada tahun 2023. Baik ekspor maupun impor diperkirakan akan kembali mengalami pertumbuhan yang kuat pada tahun 2024. Surplus neraca transaksi berjalan akan tetap tinggi, sekitar 5,5% dari PDB pada tahun 2024.
Sumber






Komentar (0)