Vietnam telah memulangkan hampir 400 warganya yang terjebak di Myanmar utara akibat konflik, menyusul pemulangan awal lebih dari 1.000 orang.
Dalam fase evakuasi kedua, hampir 400 warga negara Vietnam yang terjebak di Myanmar utara akibat konflik bersenjata dipulangkan ke Vietnam melalui jalur darat pada dini hari tanggal 30 Desember, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri hari ini.
Dalam dua fase, total hampir 1.400 warga negara Vietnam dievakuasi dari Myanmar, dengan seluruh biaya repatriasi ditanggung oleh pemerintah Vietnam. Vietnam juga membantu evakuasi satu warga negara Nepal dari Myanmar.
Sekelompok warga Vietnam dipulangkan ke tanah air selama evakuasi pada tanggal 4 Desember. Foto: Berita Internasional
Warga negara Vietnam yang terdampar di Myanmar sebagian besar adalah anak muda, termasuk remaja, bayi, dan wanita hamil, yang pergi ke luar negeri untuk bekerja di tempat perjudian daring di negara bagian utara Myanmar dan ditinggalkan oleh majikan mereka.
Kementerian Luar Negeri menyarankan warga negara untuk waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri dalam "pekerjaan mudah dengan gaji tinggi," yang tidak memerlukan kualifikasi atau keterampilan, tanpa kontrak tertulis, dan bukan melalui perusahaan atau organisasi penyedia tenaga kerja. Hal ini untuk menghindari menjadi korban eksploitasi tenaga kerja, perdagangan manusia, atau tinggal ilegal.
Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok pemberontak, melancarkan Operasi 1027 pada akhir Oktober, menyerang sejumlah pangkalan militer Myanmar di Negara Bagian Shan, dekat perbatasan dengan Tiongkok, menandai serangan terbesar oleh kelompok pemberontak terhadap pemerintah militer Myanmar sejak kudeta tahun 2021.
Pertempuran tersebut telah mendorong kelompok pemberontak lain untuk bergabung dalam serangan terhadap pemerintah. Konflik di Myanmar telah berlangsung selama berminggu-minggu, menyebar ke timur dan barat negara itu.
Mengingat situasi konflik yang kompleks dan terus berkembang, Kementerian Luar Negeri menyarankan warga negara Vietnam untuk menghindari daerah-daerah tersebut dan mengikuti instruksi dari kedutaan dan otoritas setempat. Jika berada di daerah yang kemungkinan akan terjadi pertempuran, warga negara harus proaktif mengevakuasi diri dan harta benda mereka serta menghubungi otoritas Vietnam untuk meminta bantuan jika diperlukan.
Warga negara Vietnam yang masih terjebak atau membutuhkan bantuan dapat menghubungi nomor hotline berikut:
- Kedutaan Besar Vietnam di Myanmar: +959660888998, email: vnembmyr2012@gmail.com
- Hotline Perlindungan Warga Negara Departemen Konsuler, Kementerian Luar Negeri: +84 981 84 84 84, +84 965 41 11 18, email: baohocongdan@gmail.com
Duc Trung
Sumber






Komentar (0)