Menurut para ahli, vitamin A juga melindungi membran sel dari kekurangan oksigen dan kerusakan akibat radikal bebas, serta melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus.
Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui beberapa hal terkait vitamin A sebagai berikut:
Tanda-tanda kekurangan vitamin A
Tanda-tanda awal masalah mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A meliputi:
- Takut cahaya terang.
- Terdapat rasa kering dan perih di mata.
- Mata merah.
- Sakit mata.
- Penglihatan kabur sementara atau permanen.
- Rabun malam (penglihatan berkurang dalam kondisi cahaya redup).
- Kelenjar lakrimal mengalami iritasi, menyebabkan produksi air mata berlebihan.
- Nyeri pada rongga mata.
Penyebab kekurangan vitamin A
Ada banyak penyebab kekurangan vitamin A, yang sebagian besar termasuk dalam dua kelompok berikut:
Kelompok 1: Disebabkan oleh asupan vitamin A yang tidak mencukupi
Kekurangan asupan vitamin A seringkali disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, yang meliputi:
- Terlalu sedikit mengonsumsi buah dan sayuran, serta makanan yang kaya vitamin A.
- Mengonsumsi banyak tepung beras dan makanan kaya vitamin A tetapi tanpa lemak atau minyak mengakibatkan vitamin A tidak terserap sepenuhnya.
- Bayi diberi susu sapi skim secara buatan.
Kelompok 2: Karena penyerapan yang buruk oleh tubuh.
Terkadang, bahkan dengan diet yang menyediakan vitamin A dalam jumlah cukup atau berlebih, tubuh mungkin masih mengalami kekurangan karena masalah penyerapan seperti:
- Anak tersebut mengalami kekurangan gizi yang parah.
- Anak tersebut mengalami diare berkepanjangan.
- Anak tersebut mengalami infeksi bakteri.
- Anak-anak dengan penyakit hati dan saluran empedu.
Mengidentifikasi secara akurat penyebab kekurangan vitamin A sangat penting untuk memilih pengobatan dan koreksi yang efektif. Kekurangan vitamin A dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih umum terjadi pada anak kecil karena kebutuhan nutrisi mereka yang lebih tinggi.
Penyakit apa saja yang terkait dengan kekurangan vitamin A?
Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko penyakit mata seperti rabun malam dan mata kering. Jika mata kering tidak diobati sejak dini, dapat menyebabkan keratitis, konjungtivitis, jaringan parut kornea, dan dapat menyebabkan penglihatan kabur atau kebutaan.
Berapakah dosis vitamin A yang tepat?
Jumlah vitamin A yang dibutuhkan bervariasi tergantung pada usia dan tahap kehidupan.
Untuk orang dewasa
Pria: 900 mcg/hari.
Wanita: 700 mcg/hari.
Wanita hamil: 770 mcg/hari.
Wanita yang sedang menyusui: 1.300 mcg/hari.
Untuk anak-anak
Bayi usia 6 bulan ke atas: 400 mcg/hari.
Anak usia 7 hingga 12 bulan: 500 mcg/hari.
Anak usia 1 hingga 3 tahun: 300 mcg/hari.
Anak usia 4 hingga 8 tahun: 400 mcg/hari.
Anak-anak usia 9 hingga 13 tahun: 600 mcg/hari.
Anak-anak usia 14-18 tahun: 900 mcg/hari.
Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi Vitamin A?
Anda sebaiknya mengonsumsi vitamin A di pagi hari, sekitar satu jam setelah makan, agar penyerapannya paling cepat dan efektif.
Catatan mengenai siapa yang sebaiknya mengonsumsi vitamin A.
Anak-anak di bawah 6 bulan : Anak-anak ini sebaiknya tidak menerima suplemen vitamin A saat ini karena ibu mereka telah mengonsumsinya setelah melahirkan, sehingga vitamin tersebut akan dipenuhi melalui ASI.
Wanita hamil : Wanita hamil, terutama selama trimester pertama, sebaiknya menghindari dosis vitamin A yang tinggi. Konsumsi vitamin A yang berlebihan selama periode ini dapat memengaruhi perkembangan janin dan menyebabkan cacat lahir.
Penderita penyakit hati : Suplemen vitamin A sebaiknya tidak dikonsumsi, karena vitamin A disimpan di hati dan oleh karena itu dapat memperburuk kondisi hati.
Sumber: https://laodong.vn/suc-khoe/vitamin-a-va-nhung-dieu-can-biet-1357381.ldo






Komentar (0)